Berperan sebagai Kurir Heroin 3,1 kg, Driver Ojol Divonis Pidana Seumur Hidup

0
80

Medan I Sumut24.co
Muhammad Azhar Nasution (41) dan Andi Nova Siregar (35) yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) divonis pidana seumur hidup, karena terbukti bersalah berperan sebagai kurir heroin seberat 3,1 kilogram.

Putusan itu disampaikan majelis hakim diketuai Safril Batubara dalam sidang virtual di ruang Cakra-4 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (18/5/2022).

“Menjatuhkan kedua Terdakwa dengan pidana penjara masing-masing seumur hidup,” tegas hakim ketua dalam putusannya.

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

” Hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah, sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan,” sebut hakim.

Hebohnya, putusan majelis hakim
lebih berat dari tuntutan JPU Kharya Saputra Nasution yang menuntut kedua terdakwa dengan pidana 15 tahun penjara.

Menanggapi putusan mejelis hakim, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir, apakah menerima atau mengajukan banding.

Mengutip dakwaan, peristiwanya 31 Agustus 2021, terdakwa Muhammad Azhar Nasution yang merupakan driver ojol dihubungi oleh Muhammad Ambi alias Ewin dan menawarkan pekerjaan.

Lalu, Ewin mengatakan “jumpai aja teman abang yang bernama Jul, nanti dia yang beritahu”. Lantas terdakwa dan Jul (DPO) sepakat untuk bertemu esok harinya, Rabu 1 September 2021, terdakwa Azhar dan Jul menemui terdakwa Andi Nova Siregar.

Sementara, petugas mendapat informasi dari masyarakat, adanya transaksi narkotika jenis heroin di Jalan Cemara Kelurahan Pulo Brayan Darat II Kecamatan Medan Timur.

Kemudian petugas Sat Res Narkoba Polrestabes Medan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan terlihat Andi Nova menyerahkan heroin kepada Azhar.

Melihat itu, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa. Saat digeledah petugas menemukan 5 bungkus heroin. Selanjutnya, kedua terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Polrestabes Medan.

Saat pemeriksaan terungkap, terdakwa
Azhar dijanjikan mendapat imbalan sebesar Rp 2 juta, jika berhasil menjual heroin itu. Sebelumnya Azhar sudah diberikan ongkos sebesar Rp 300 ribu. (zul)