Bekasi Berguru Kerukunan Hidup Beragama Dengan Pemko Medan

861

MEDAN | SUMUT24
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi  sangat tertarik belajar tentang  kerukunan hidup antar umat beragama di Kota Medan. Untuk itulah Pemkab Bekasi  ingin belajar  dan mencari masukan dari Pemko Medan, sehingga keberhasilan dalam menata  kerukunan beragama sehingga menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara ini selalu  aman dan kondusif bisa diterapkan di Kabupaten Bekasi.
Demikian terungkap ketika Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Marah Husin Lubis SH menerima kunjungan kerja Pemkab Bekasi di Balai Kota Medan, Senin (28/3).
Rombongan itu dipimpin  Kepala Badan Kesbangpol  Pemkab Bekasi, Drs H Ahmad Kosasih didampingi  Ketua FKUB Bekasi, KH Sulaeman Zachaweru beserta 32 staf dan pengurus FKUB Bekasi. Kepada Marah Husin, Ahmad mengatakan, kedatangan mereka karena tertarik melihat kerukunan hidup beragama di Kota Medan.
“Berdasarkan data dari Kementrian Agama Republik Indonesia, Kota Medan merupakan kota yang tertinggi tingkat pluralismenya di Indonesia. Di samping  itu  belum pernah terjadi konflik berbau agama. Hal inilah yang menginspirasi kami untuk melakukan studi banding ke Pemko Medan,” kata Ahmad.
Atas dasar itulah bilang Ahmad, mereka ingin belajar menata kerukunan hidup beragama dari Pemko Medan untuk selanjutnya diterapkan di Kabupaten Bekasi. Sebab, Bekasi juga memiliki tingkat pluralisme yang tinggi.
“Selain agama berbeda, penduduk di Bekasi berlatarbelakang beragam suku bangsa karena merupakan kawasan industri dan perdagangan besar. Jadi diperlukan kiat-kiat khusus agar pluralism di bekasi tetap terjaga dengan baik seperti di Kota Medan,” ungkapnya
Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Wali Kota Medan,  Marah Husin Lubis SH didampingi sejumlah Kepala Badan kesbangpol Kota Medan, Cheko wakhda Ritonga, Ketua FKUB Kota Medan, Drs Palit Muda Harahap serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Medan mengatakan, FKUB Kota Medan selama ini telah berhasil menyelesaikan pertikaian  menyangkut keagamaan di Kota Medan dengan baik. Hal ini ditandai dengan penghargaan yang diterima Pemko Medan dari Academic Affair Mahachulalcengkorn Rajavidyalaya University Bangkok, Thailand tahun 2012.
Ditambahkan Marah Husin lagi, Pemko Medan juga memberikan hibah kepada FKUB untuk membantu kelancaran kegiatan yang dilakukan FKUB dalam mendukung kerukunan umat beragama di Kota Medan. “Selama ini Pemko Medan bersama FKUB juga melakukan pertemuan rutin untuk membahas soal kerukunan umat beragama. Di samping itu apabila ada pertikaian menyangkut masalah keagamaan, Pemko Medan selalu melibatkan FKUB dalam penyelesaiannya,” jelas Marah Husin.
Sementara itu Ketua FKUB Kota Medan, Drs palit Muda Harahap menambahkan, Kota Medan ini bukan tidak ada masalah terkait keagamaan namun begitu masalah ini mencuat FKUB dan Pemko Medan selalu bertindak cepat menyelesaikannya. Di samping itu masing-masing pengurus FKUB yang berasal dari agama berbeda, selalu member pencerahan dan mengajak umatnya selalu menjunjung tinggi kerukunan hidup beragama.
“Hal ini sesuai dengan semboyan FKUB Kota Medan yakni , kerukunan terjalin, aqidah terjamin. Sekarang ini FKUB Kota Medan tidak lagi melakukan studi banding namun kita justru  kita sering diundang untuk memberikan kiat dan strategi memelihara kerukunan umat beragama, termasuk ke luar negeri seperti Malaysia dan Thailand,”  jelas Palit. (rel)

Loading...