Aplikasi CHIPS Untuk Mencegah Kebangkrutan Akibat Jamur

Medan | Sumut24

Bicara soal jamur Ganoderma memang tidak akan pernah ada habisnya. Mulai dari siklus hidupnya, penyebarannya, serta dampak yang diberikannya pada tanaman sawit (yakni penyakit Busuk Pangkal Batang/Basal Stem Rot/BSR), dan ini salah satu keluhan yang membuat pengelola perkebunan sawit hampir putus asa. Pasalnya jika sudah terserang oleh jamur bersifat saprofit dan parasit ini, hasil produksi tandan buah segar (TBS) pohon sawit akan mengalami penurunan sangat drastis hingga kematian total pada tanaman. Angka penurunan ini diperkirakan memberi dampak kerugian yang mencapai trilyunan rupiah terhadap lebih dari 50% populasi tanaman sawit di Indonesia.

Adapun serangan yang dilakukan oleh organisme eukariotik ini menjadi semakin ganas dan dominan karena adanya peningkatan pemakaian berbagai produk pupuk kimiawi terhadap tanah dan tanaman, sehingga terjadi ketimpangan dan ketidakseimbangan agroekosistem pada perkebunan pohon penghasil crude palm oil (CPO) ini. Pemakaian pupuk anorganik dan herbisida berbahaya dapat mematikan predator hama penyakit ini, sehingga hama penyakit dapat berkembang sangat pesat.

Melihat permasalahan tersebut, Dr. Supeno Surija, Ph.D melalui riset penelitian mendalam dan observasi cermat menemukaan cara mengobati & mencegah penyebaran jamur Ganoderma ini. Sebuah teknologi temuan baru berupa vaksin Ganoderma untuk melumpuhkan serangan dan infeksi penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) yang dinamakan CHIPS. CHIPS merupakan singkatan dari Colony Highly Invasive Protection System. “Adapun vaksin Ganoderma temuan ini merupakan generasi teknologi tertinggi sebagai pelumpuh jamur Ganoderma yang bersifat parasit dan saprofit, sehingga penyakit Basal Stem Rot dapat disembuhkan dan kemerosotan nilai ekonomi perkebunan sawit di Indonesia dapat dicegah. Teknologi temuan ini merupakan yang pertama di dunia perkelapasawitan dunia. Artinya penemuan ini merupakan berita gembira bagi setiap petani sawit dan akasia di Indonesia,”katanya belum lama ini.

Begitu juga yang disampaikan oleh Ketua  Asosiasi Bioagroinput Indonesia (ABI), Ir. Frits Silalahi, MS mengatakan, sampai sekarang belum ada yang berhasil menanggulangi Ganoderma, dimana selaku organisasi yang mewadahi produsen input pertanian di Indonesia,  salah satu anggotanya, yakni PT Propadu Konair Tarahubun (PT PKT) sebagai pelopor industri teknologi perkebunan (dengan teknologi dari Plantation Key Techology/PKT) yang juga didirikan oleh Dr. Supeno Surija, Ph.D ini pun melakukan demoplot penanggulangan jamur ini di lokasi perkebunan PT Kartika Hijau Lestari, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain: Direktorat Perlindungan Perkebunan, Badan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura (BPTPH), Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balai Besar Benih & Proteksi Tanaman Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Asosiasi Planter Indonesia (API), Asosiasi Bioagroinput Indonesia (ABI), serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

“Adapun latar belakang demoplot ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa penyebaran penyakit Ganoderma ini semakin meluas sangat cepat dan merugikan masyarakat sehingga masyarakat harus segera mengetahui bahwa sebenarnya ada solusi untuk mengendalikan serangan jamur ini. Selain itu, demoplot ini juga diharapkan menjadi informasi bermanfaat yang akan meluas dengan cepat melalui berbagai key informant yang diundang turut serta Terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan dalam demoplot pengendalian jamur Ganoderma ini, mencakup tahap persiapan, proses pengendalian hingga penilaian terhadap hasil uji coba yang dilakukan pada lahan perkebunan yang terserang jamur Ganoderma,”kata Frits.

Sehingga setiap individu yang hadir akan mendapatkan  manfaat pengetahuan bahwa jamur ini dapat ditanggulangi agar kerugian dampaknya dari segi ekonomi dapat dihindari. Selain itu, setiap peserta yang hadir juga akan menjadi pelaksana perkebunan swasta yang memiliki added value serta pelaku sejarah di bidang perkebunan.

Berbicara mengenai kegiatan demoplot pengaplikasian CHIPS ini, maka pada beberapa waktu sebelumnya, PT PKT telah melakukan survei terhadap lahan perkebunan ini yang mencakup survei terhadap tanah, akar, serta daun untuk mengetahui keadaan pohon, sehingga pupuk organik bersifat stabil Super MOAF yang merupakan generasi teknologi pupuk PT PKT dapat diberikan dengan dosis yang tepat untuk memperbaiki struktur tanah, akar dan pohon. Dengan demikian, pada kegiatan demoplot ini, setiap peserta juga akan melihat dan mengetahui kegiatan tersebut secara langsung.

Sementara itu, produk CHIPS sendiri adalah teknologi mutakhir formulasi organik yang merupakan gabungan dari beberapa jenis dan strain mikroorganisme seperti Trichoderma dan jenis lainnya dengan estimasi jumlah 6x 107 s/d 2×108 CFU. Strain mikroorganisme ini sendiri dipersiapkan dengan sistem Colony Complex, di mana mikroorganisme ini akan membentuk koloni yang dilengkapi dengan logistik sehingga dapat bekerja sama dalam mencegah dan menyerang patogen. Keadaan inilah yang akan membuat Ganoderma dapat dikendalikan, karena mikroorganisme berkualitas baik ini mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang keras.

Adapun dalam demoplot ini, selain melihat secara langsung pengaplikasian CHIPS pada lahan perkebunan dengan bertahap, setiap peserta juga akan menyaksikan keberhasilan formulasi ini pada beberapa perkebunan yang sudah diaplikasikan oleh beberapa perusahaan pada perkebunan mereka. Tidak hanya pengaplikasian CHIPS, dalam kegiatan demoplot ini setiap peserta juga akan menyaksikan kegiatan pemupukan Super MOAF yang menjadi salah satu standar sebelum diaplikasikannya CHIPS pada pohon terserang penyakit yang sudah disanitasi sebelumnya.

Roderick Bastian selaku Managing Director PKT menyampaikan harapan kiranya kegiatan demoplot ini memberikan dampak besar yang sangat bermanfaat bagi setiap peserta dalam menanggulangi permasalahan penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot/BSR) yang sangat merugikan dari segi ekonomi karena penurunan produksi tandan buah segar (TBS) bahkan sampai kematian pohon setelah ditumbangkan oleh jamur ini. Sehingga hasil produksi buah sawit dapat diperbaiki dan ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas bobot buah sesuai dengan tahun tanam dan jenis klon tanaman,”katanya.

Sementara itu Pengusaha sawit menyambut gembira berita vaksin ini. Bahkan salah satu pekebun sawit yang telah berhasil menggunakan CHIPS, memberikan testimoni atas kepuasannya menggunakan CHIPS dalam menanggulangi ganoderma. (W04)