Akhirnya, Ratusan Pondok Mesum di Pantai Kelang di Bongkar Paksa

Serdang Bedagai-Sumut24

Keberadaan ratusan pondok pondok tertutup dikawasan pantai Kelang Kecamatan Perbaungan, di bongkar paksa oleh tim gabungan dari Polres Serdang Bedagai (Sergai), TNI dan Satpol PP, Sabtu (16/7) siang.

Pembongkaran terhadap pondok pondok yang disinyalir sebagai tempat ajang maksiat yang menyediakan anak anak pelajar atau dengan istilah Anak Joget (AJO) ini dipimpin langsung Mapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto.

“Pondok pondok tertutup ini terpaksa kita bongkar, disamping menyalahi aturan, keberadaan pondok pondok tertutup ini juga sudah membuat resah masyarakat setempat” kata Kapolres AKBP Eko Suprihanto.

Menurutnya, pembongkaran itu merupakan tindak lanjut dari kesepakan yang sudah dibuat oleh pihak pengusaha dengan masyarakat setempat dan pihak Pemkab Sergai, dimana dalam musyawarah yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kantor Desa Sei Nagalawan pihak pengusaha berjanji akan membongkar sendiri keberadaan pondok pondok tertutup tersebut.

“Sebelumnya sudah kita ingatkan, tapi pihak pengusahanya sepertinya mengingkari kesepakatan itu, sehingga pembongkaran itu terpaksa kita lakukan” ucap Kapolres.

Kapolres AKBP Eko Suprihanto juga menegaskan, tidak ada larangan bagi masyarakat untuk membuka usaha di Pantai ini, tetapi harus sesuai dengan peraturan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, disamping itu usaha yang dibuka juga harus menjunjung tinggi norma sopan santun dan Adat istiadat yang ada.

Lebih lanjut dikatakannya, selain menutup keberadaan pondok pondok tertutup dipantai Kelang, pihak kepolisian juga akan menyisir lokasi lainnya, jika ada ditemukan seperti pihak kepolisian tidak akan segan segan untuk menindaknya.

“Operasi ini akan dilakukan setiap Minggu, dan saya juga telah perintahkan Para Kapolsek yang mempunyai wilayah lokasi hiburan, agar selalu melakukan Patroli dan pembinaan,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, tampak satu persatu pondok pondok tertutup dikawasan pantai kelang dirubuhkan oleh petugas gabungan, meski dalam pelaksanaannya terlihat para petugas mendapatkan perlawanan, namun tidak menyurutkan para petugas gabungan untuk membongkar seluruh bangunan pondok yang disinyalir dijadikan tempat maksiat tersebut.

Dalam proses pembongkaran itu, selain Kapolres AKBP Eko Suprihanto tampak hadir juga Kasat Reskrim AKP Aron TTM Siahaan, Kasat Intelkam AKP B. Siahaan, Kasat Sabhara AKP K. Lumbanraja serta Kapolsek Perbaungan.(Bdi)