Ada apa Tim GTP2C Toba Terkesan Lamban dan Menutupi Info?

314

 

Balige | SUMUT24.co
Informasi terkini data penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba per tanggal 08/07/2020 disebutkan juru bicara tim gugus tugas Toba,
Lalo Simanjuntak didampingi Siti Nuraya Sirait menyatakan, ODP 2 orang dan Terkonfirmasi Positif Covid-19 sebanyak 4 orang.

“Informasi data penyebaran covid di Kabupaten Toba hari ini adalah ODP 8, PDP nihil dan terkonfirmasi 4 orang dengan rincian 1 orang dirawat di RSUP Adam Malik, 1 orang menjalani isolasi mandiri di Medan dan 2 orang dirawat di RSUD Tarutung”, terang Siti Nuraya di posko gugus tugas Toba, Rabu (8/7).

Meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Toba tentunya ditindaklanjuti dengan penelusuran kontak dengan pasien guna pengendalian penyebaran, namun sangat disayangkan data yang diinformasikan oleh juru bicara tim gugus tugas berbeda dengan fakta di lapangan hingga terkesan ditutupi.

Informasi terkait rapid test yang dilakukan pada hari yang bersamaan terhadap 5 orang warga desa Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti dengan hasil 1 orang non reaktif dan 4 orang reaktif rapid test, tidak masuk dalam data gugus tugas per tanggal 08/07/2020 hingga akhirnya dipertanyakan oleh salah seorang warga Laguboti yang sudah mengetahui informasi sebelumnya.

RMM (23) pasien PDP Toba yang sebelumnya dimasukkan di data Gugus Tugas Covid-19 Toba, warga desa Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani test swab di RS Royal Prima Medan, namun setelah hasil swab keluar ternyata Gugus Tugas Provinsi memasukkan data ke Kabupaten Batubara sesuai domisili pasien saat ini.

“Khusus kontak dalam rumah ada 5 orang dan sudah dilaksanakan rapid test tadi pagi, selanjutnya direncanakan untuk pemeriksaan Swab. Selain itu, kita juga akan melakukan penyemprotan dan telah mengimbau agar satu banjar itu mengisolasi diri”, jawabnya.

Informasi lainnya hingga terkesan lamban dalam penyampaian informasi, adanya prosesi pemakaman terhadap SS (72), pasien PDP dari Medan, warga Kecamatan Pintu Pohan Meranti Kabupaten Toba yang dilakukan secara protokol covid.

Kepala Dinas Kesehatan Toba dr Juliwan Hutapea dikonfirmasi melalui seluler membenarkan kejadian dimana proses pemakaman pasien dibantu oleh tim gugus tugas Toba.

Tak cukup informasi di Kecamatan Laguboti dan pemakaman pasien PDP di Kecamatan Pintu Pohan Meranti, bahkan penelusuran kontak atas pasien terkonfirmasi positif warga Kelurahan Sangkarnihuta, Balige yang hingga saat ini masih dirawat di RSUD Tarutung pun tidak diinformasikan melalui tim Gugus Tugas Toba.

Kembali dikonfirmasi melalui seluler, kepada SUMUT24, dr Juliwan mengakui informasi akan hasil penelusuran orang-orang yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid belum dapat diberitahukan karena kesibukan tim. Sebanyak 10 orang yang terdata kontak, disebutkan akan menjalani rapid test pada hari Kamis (9/7).

“Tim gugus sudah melakukan tracing kepada tetangga pasien dan besok mereka akan di rapid test”, ujarnya.

Mengapa informasi terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Toba tidak sinkron dengan data gugus tugas? Data yang terintegrasi secara akurat sesuai dengan realita tentu meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan masyarakat. (des)

 

Loading...