Rabu, 22 April 2026

Pesantren Didorong Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Syariah Nasional

Administrator - Rabu, 22 April 2026 11:45 WIB
Pesantren Didorong Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Syariah Nasional
Istimewa

Baca Juga:

Medan — Ketua Umum Gema Santri Nusa, Akhmad Khambali, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi umat di tengah tekanan ekonomi global dan domestik yang kian berat.
Dalam keterangannya, Khambali yang juga merupakan pengurus di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyebutkan, kondisi ekonomi saat ini ditandai dengan melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya utang rumah tangga, serta terbatasnya pertumbuhan lapangan kerja formal.
"Jika ribuan pesantren bergerak serentak membangun usaha, koperasi, wakaf produktif, dan pelatihan soft skill santri, maka umat tidak hanya selamat dari tekanan ekonomi, tetapi juga bangkit menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia," ujarnya.
Tekanan Ekonomi dan Ancaman Kesenjangan
Menurutnya, situasi ekonomi yang tidak stabil berpotensi memperlebar jurang sosial. Di satu sisi, kelompok kecil menjadi semakin kaya, sementara mayoritas masyarakat rentan jatuh miskin akibat beban utang konsumtif seperti pinjaman online, paylater, dan kartu kredit.
Khambali menilai, pola ekonomi berbasis utang konsumtif merupakan indikator rapuhnya struktur kesejahteraan masyarakat. Dalam perspektif ekonomi Islam, sistem tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan, produktivitas, dan keberkahan.
Pesantren sebagai Episentrum Ekonomi Umat
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki modal besar yang belum dioptimalkan, mulai dari kekuatan moral, jaringan sosial yang luas, hingga sumber daya manusia (SDM) dari kalangan santri.
"Pesantren tidak hanya mencetak dai, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi rakyat," katanya.
Lima Langkah Strategis
Khambali memaparkan lima langkah strategis yang dapat dilakukan pesantren untuk menghadapi tekanan ekonomi:
Membangun unit usaha produktif sesuai potensi daerah seperti pertanian, peternakan, hingga bisnis digital.
Membentuk koperasi syariah untuk melindungi masyarakat dari jeratan rentenir dan pinjaman berbunga tinggi.
Melakukan digitalisasi ekonomi pesantren, termasuk pemasaran online dan pengelolaan keuangan modern.
Mewujudkan kemandirian pangan guna menekan biaya operasional sekaligus menjadi sarana pembelajaran santri.
Mengembangkan wakaf produktif sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan bagi pendidikan dan UMKM.
Peran Umat dan Negara
Selain peran pesantren, ia juga menekankan pentingnya perubahan perilaku ekonomi di tingkat rumah tangga, seperti mengurangi utang konsumtif, membangun dana darurat, dan mendukung produk UMKM.
Di sisi lain, pemerintah diminta hadir secara konkret melalui akses pembiayaan murah, pelatihan usaha, sertifikasi halal, serta kemitraan dengan BUMN.
Momentum Kebangkitan
Khambali menilai krisis ekonomi yang terjadi saat ini harus dijadikan momentum untuk melakukan koreksi arah menuju ekonomi produktif berbasis nilai-nilai syariah.
"Pesantren memiliki semua syarat untuk menjadi benteng kemandirian umat. Tinggal kemauan untuk bertransformasi menjadi pusat peradaban ekonomi," tegasnya.
Ia optimistis, jika gerakan ekonomi berbasis pesantren dilakukan secara masif dan terorganisir, Indonesia akan memiliki kekuatan ekonomi umat yang kokoh dan berkelanjutan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Asahan Resmikan Pesantren Kilat Ramadhan Tingkat SMP Se-Kabupaten
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Buka Pesantren Kilat Ramadhan di SMAN 1
Tim IV Safari Ramadan Pemkab Sergai Kunjungi Pesantren Darul Ulum Al Hannan Desa Pulau Tagor
Safari Ramadan 1447 H, Pemkab Sergai Sasar Pesantren untuk Motivasi Santri
Hadiri Groundbreaking Rumah Tahfiz Qur'an H Sugiat Santoso, Bupati Simalungun: "Pahalanya mengalir dari dunia sampai ke akhirat"
BRI BO Sibuhuan Kunjungi Pesantren Al Mukhtariyah  Sialambue Untuk Pembagian Buku Tabungan  PIP
komentar
beritaTerbaru