Rabu, 01 April 2026

LPA Sumut Kecam Dugaan Malapraktik di RS Permata Madina, Tangan Bocah Diamputasi: “Pasien Datang untuk Sembuh, Bukan Cacat!”

Administrator - Rabu, 01 April 2026 20:15 WIB
LPA Sumut Kecam Dugaan Malapraktik di RS Permata Madina, Tangan Bocah Diamputasi: “Pasien Datang untuk Sembuh, Bukan Cacat!”
Istimewa

Madina | Sumut24.co

Baca Juga:

Kasus dugaan malapraktik medis yang menimpa seorang pasien anak berinisial RSH di Rumah Sakit Permata Madina, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara secara tegas mengecam keras peristiwa yang menyebabkan tangan kiri bocah tersebut harus diamputasi. Ketua LPA Sumut, Muniruddin Ritonga, meminta pihak rumah sakit bertanggung jawab penuh atas kejadian yang dinilai sebagai tragedi medis tersebut.

Menurut Muniruddin, masyarakat datang ke fasilitas kesehatan dengan harapan mendapatkan kesembuhan, bukan justru mengalami penderitaan baru yang berdampak permanen.

"Kami dari LPA Sumut mengutuk keras dugaan malapraktik ini. Rumah sakit harus bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa pasien tersebut," tegas Muniruddin Ritonga saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Tak hanya meminta klarifikasi dari manajemen rumah sakit, Muniruddin juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Utara itu menilai kasus ini harus diusut secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Kami berharap aparat kepolisian segera turun tangan mengusut kasus ini secara profesional dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Menurutnya, langkah hukum menjadi penting agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan, sekaligus menjadi pembelajaran bagi dunia pelayanan kesehatan.

*Rumah Sakit Harusnya Jadi Tempat Kesembuhan*

Muniruddin menyoroti pentingnya profesionalisme tenaga medis dan standar pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit.

"Masyarakat datang ke rumah sakit karena ingin sembuh. Bukan semakin sakit, apalagi sampai kehilangan anggota tubuh," katanya dengan nada prihatin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus yang menimpa RSH sebenarnya telah berlangsung cukup lama.

Pihak keluarga korban diketahui sudah melakukan upaya mediasi dengan pihak RS Permata Madina sejak Oktober 2025. Namun hingga akhir Maret 2026, perundingan tersebut disebut belum menghasilkan kesepakatan ataupun solusi yang memuaskan bagi keluarga korban.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan, keluarga akhirnya mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi resmi kepada pihak rumah sakit pada awal pekan ini.

Langkah tersebut menjadi puncak dari kekecewaan keluarga yang menilai belum ada tanggung jawab yang jelas terkait kondisi fatal yang dialami anak mereka.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Mandailing Natal. Banyak pihak berharap persoalan tersebut dapat diusut secara terbuka sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak RS Permata Madina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan malapraktik yang menyebabkan amputasi pada pasien anak tersebut.

Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menyisakan luka mendalam bagi korban dan keluarganya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolres Tapsel Bersinergi dengan JMSI Tabagsel, AKBP Yon Edi Winara : Media Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
Tapsel Bangkit! Musrenbang 2027 Jadi Titik Awal Ekspansi, Ini Penegasan Staf Ahli Gubernur Sumut Dr. Achmad Fadly Dalimunthe
LPA Medan Buka Pusat Layanan Pengaduan Anak
Dari Pengawalan hingga Sterilisasi, Ini Strategi Polres Tapsel Amankan Kunjungan Mendagri
Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel
Hari Pertama Kerja, Gak Pakai Lama! Bupati Gus Irawan Minta ASN Tapsel Eksekusi Program Prioritas
komentar
beritaTerbaru