SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution: Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Baca Juga:
Kasus dugaan malapraktik medis yang menimpa seorang pasien anak berinisial RSH di Rumah Sakit Permata Madina, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara secara tegas mengecam keras peristiwa yang menyebabkan tangan kiri bocah tersebut harus diamputasi. Ketua LPA Sumut, Muniruddin Ritonga, meminta pihak rumah sakit bertanggung jawab penuh atas kejadian yang dinilai sebagai tragedi medis tersebut.
Menurut Muniruddin, masyarakat datang ke fasilitas kesehatan dengan harapan mendapatkan kesembuhan, bukan justru mengalami penderitaan baru yang berdampak permanen.
"Kami dari LPA Sumut mengutuk keras dugaan malapraktik ini. Rumah sakit harus bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa pasien tersebut," tegas Muniruddin Ritonga saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Tak hanya meminta klarifikasi dari manajemen rumah sakit, Muniruddin juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Utara itu menilai kasus ini harus diusut secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami berharap aparat kepolisian segera turun tangan mengusut kasus ini secara profesional dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya.
Menurutnya, langkah hukum menjadi penting agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan, sekaligus menjadi pembelajaran bagi dunia pelayanan kesehatan.
*Rumah Sakit Harusnya Jadi Tempat Kesembuhan*
Muniruddin menyoroti pentingnya profesionalisme tenaga medis dan standar pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Ia menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit.
"Masyarakat datang ke rumah sakit karena ingin sembuh. Bukan semakin sakit, apalagi sampai kehilangan anggota tubuh," katanya dengan nada prihatin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus yang menimpa RSH sebenarnya telah berlangsung cukup lama.
Pihak keluarga korban diketahui sudah melakukan upaya mediasi dengan pihak RS Permata Madina sejak Oktober 2025. Namun hingga akhir Maret 2026, perundingan tersebut disebut belum menghasilkan kesepakatan ataupun solusi yang memuaskan bagi keluarga korban.
Merasa tidak mendapatkan kejelasan, keluarga akhirnya mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi resmi kepada pihak rumah sakit pada awal pekan ini.
Langkah tersebut menjadi puncak dari kekecewaan keluarga yang menilai belum ada tanggung jawab yang jelas terkait kondisi fatal yang dialami anak mereka.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Mandailing Natal. Banyak pihak berharap persoalan tersebut dapat diusut secara terbuka sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak RS Permata Madina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan malapraktik yang menyebabkan amputasi pada pasien anak tersebut.
Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menyisakan luka mendalam bagi korban dan keluarganya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SPPG Aek Marian Dibuka! Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution Jangan Sampai Gizi Anak Terabaikan
kota
Wabup Madina Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Atika Jangan Bagus Hanya Saat Dikunjungi!
kota
Wabup Atika Lepas 133 Jamaah Manasik Haji Bank Sumut, Pesan Tegas Fokus Ibadah, Bukan Media Sosial!
kota
Bupati Padang Lawas Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
kota
Pasien RSH Terpaksa Amputasi, Direktur RS Permata Madina Fokus Hadapi Somasi
kota
Respons Cepat! Polres Padangsidimpuan Dalami Kasus Penemuan Mayat &ldquoBoru Limbong&rdquo di Aek Tampang
kota
Gaspol Transparansi! Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Serahkan LKPD 2025 ke BPK
kota
LPA Sumut Kecam Dugaan Malapraktik di RS Permata Madina, Tangan Bocah Diamputasi &ldquoPasien Datang untuk Sembuh, Bukan Cacat!&rdquo
kota
Kapolres Tapsel Bersinergi dengan JMSI Tabagsel, AKBP Yon Edi Winara Media Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
kota
Kisah Pilu Dimas di Barumun, Niat Merantau Berakhir Tragis di Kamar Mandi Rumah Makan
kota