Senin, 13 April 2026

Terpijak Paku Saat Bangun Rumah Warga, Prajurit TMMD Ke-127 Tetap Tegar Mengabdi di Huta Tonga

Administrator - Rabu, 25 Februari 2026 22:28 WIB
Terpijak Paku Saat Bangun Rumah Warga, Prajurit TMMD Ke-127 Tetap Tegar Mengabdi di Huta Tonga
Istimewa

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Kala terik matahari yang menyengat di Huta Tonga, Kecamatan Angkola Sangkunur, deru mesin dan dentuman palu menjadi simfoni pembangunan. Namun, di balik semangat Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), terselip kisah tentang pengabdian yang melampaui rasa sakit.

Pada Rabu (25/02/2026), sebuah insiden kecil namun bermakna terjadi. Di tengah kesibukan merangkai kayu dan menyusun bata, seorang prajurit harus menahan langkahnya. Sebuah paku berkarat yang tersembunyi di balik tanah tak sengaja terinjak, menembus alas kaki hingga melukai kakinya.

Tanpa perlu diminta, Sertu A. Siregar, tim medis yang selalu siaga di lokasi, langsung bergerak cepat. Di atas tanah merah berbatu, beralaskan peralatan medis sederhana, ia memberikan pertolongan pertama.

Pemandangan ini menjadi potret nyata betapa beratnya medan pengabdian. Sertu A. Siregar dengan telaten membersihkan luka rekannya, memastikan infeksi tidak menjalar, sembari memberikan kata-kata penyemangat agar sang prajurit tetap kuat.

Tak ada keluhan dari prajurit yang terluka; baginya, rasa perih di kaki tak sebanding dengan harapan warga Huta Tonga untuk memiliki rumah yang layak.

"Kami di sini satu keluarga. Luka satu orang adalah luka kami semua. Tugas kami adalah memastikan tidak ada yang tertinggal, agar pembangunan rumah untuk warga ini selesai tepat waktu," ujar Sertu A. Siregar pelan namun penuh penekanan.

TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Di setiap paku yang tertancap dan setiap luka yang dibalut, ada nilai kemanusiaan dan kemanunggalan yang mendalam.

Para prajurit Kodim 0212/TS ini mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan mereka demi satu tujuan melihat senyum warga saat menempati rumah barunya nanti.

Kaki yang terluka mungkin akan sembuh dalam beberapa hari, namun jejak pengabdian para prajurit di Angkola Sangkunur ini akan tertanam selamanya di hati masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan.

Mereka adalah bukti bahwa seragam loreng bukan sekadar simbol kekuatan, tapi juga pelindung yang siap berkorban hingga hal terkecil sekalipun.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PAC PKN Medan Marelan Minta Usut Izin PBG Bangunan Cafe Psr I Tanah Enam Ratus
Air Mata Haru Di Langkat, PLN Wujudkan Rumah Layak Dan Harapan Baru Untuk Keluarga Prasejahtera
10 Prioritas Jadi Fokus Pembangunan Deli Serdang Tahun 2027
Kebakaran Dini Hari di Medan Selayang, Empat Bangunan Hangus, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
Dini Hari Mencekam! Rumah Warga di Padangsidimpuan Selatan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
Kebakaran di Lorong I Kel Hamdan Maimun 5 Rumah Penduduk Ludes Jadi Abu.
komentar
beritaTerbaru