Ramadan Penuh Berkah, Sat Samapta Polres Padangsidimpuan Tebar 50 Takjil di Jalan Sudirman
Ramadan Penuh Berkah, Sat Samapta Polres Padangsidimpuan Tebar 50 Takjil di Jalan Sudirman
kota
Baca Juga:
- Satu Dekapan Medis, Sejuta Harapan: Aksi Heroik Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Membasuh Lelah Warga
- Di Tengah Sungai Berbatu, Satgas TMMD-127 Kodim 0212/TS Kebut Pengerasan Jalan Demi Akses Ekonomi Warga Sangkunur
- Jalan Ini Bukan Sekadar Akses, Tapi Harapan: Momen Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Kebut Pengerasan Jalan di Sangkunur
Tapsel | Sumut24.co
Di tengah hangatnya sinar matahari yang menyelinap di sela dinding rumah warga, suasana haru dan penuh kepedulian terasa begitu kental di Lingkungan I, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (23/02/2026).
Satgas TMMD ke-127 dari Kodim 0212/TS kembali menunjukkan bahwa pengabdian TNI bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga merawat harapan dan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Tim medis yang dipimpin oleh Sertu A. Siregar tampak sigap melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga. Di sebuah teras rumah sederhana, satu per satu masyarakat diperiksa tekanan darahnya, ditanya keluhan kesehatannya, hingga diberikan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.
"Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun fisik desa, tetapi juga memastikan kesehatan warga tetap terjaga. Karena bagi kami, kesehatan masyarakat adalah pondasi utama pembangunan," ujar Sertu A. Siregar saat melakukan pemeriksaan.
Seorang bapak paruh baya duduk tenang saat alat tensi melingkar di lengannya. Wajahnya memancarkan rasa percaya dan harapan. Di sampingnya, warga lain menunggu giliran dengan sabar.
Anak-anak yang ikut mendampingi orang tua mereka terlihat penasaran, menyaksikan langsung bagaimana prajurit TNI bukan hanya membawa cangkul dan semen, tetapi juga stetoskop dan tas medis.
"Kami sangat bersyukur bapak-bapak TNI mau datang langsung memeriksa kesehatan kami. Biasanya untuk cek kesehatan harus jauh ke puskesmas," ungkap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Tas medis bercorak loreng dengan lambang palang merah menjadi simbol bahwa di balik seragam hijau itu, ada hati yang lembut dan penuh empati.
Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-127 di wilayah ini memang dikenal fokus pada percepatan pembangunan desa. Namun kehadiran tim medis menjadi bukti bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas hidup masyarakat.
"Rasanya tenang sekali setelah diperiksa. Ternyata tekanan darah saya masih normal. Terima kasih sudah peduli dengan kami di sini," kata seorang bapak yang baru saja menjalani pengecekan.
Sertu A. Siregar dengan penuh ketelitian memeriksa kondisi warga. Ia tak hanya mencatat angka tekanan darah, tetapi juga mendengarkan cerita—tentang pegal yang tak kunjung reda, pusing yang sering datang tiba-tiba, hingga kekhawatiran soal kesehatan di usia senja.
Di desa yang jauh dari hiruk pikuk kota, akses layanan kesehatan sering kali terbatas. Maka kehadiran tim medis TMMD menjadi seperti oase di tengah dahaga panjang. Bagi sebagian warga, inilah momen langka untuk memeriksakan diri tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Kegiatan pengecekan kesehatan ini seakan menegaskan kembali filosofi bahwa TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Prajurit duduk sejajar dengan warga, bercengkerama, bahkan menenangkan mereka yang terlihat cemas.
Atmosfer kebersamaan begitu terasa. Seorang ibu yang selesai diperiksa tampak tersenyum lega. Warga lainnya mengangguk-angguk saat diberi saran tentang pentingnya mengurangi konsumsi garam dan rutin beristirahat.
Bukan sekadar pemeriksaan medis, kegiatan ini adalah bentuk nyata kasih sayang yang ditanamkan lewat tindakan.
Di sudut Kelurahan Sangkunur, Senin itu bukan hari biasa. Ia menjadi saksi bagaimana negara hadir hingga ke teras-teras rumah rakyatnya. Di antara suara alat tensi dan percakapan sederhana, tumbuh harapan baru—bahwa kesehatan bukan lagi kemewahan, melainkan hak yang bisa dirasakan bersama.
Satgas TMMD ke-127 membuktikan bahwa membangun desa bukan hanya tentang jalan, jembatan, atau sumur bor. Tetapi juga tentang memastikan setiap denyut nadi warga tetap berdetak kuat, setiap senyum tetap terjaga, dan setiap keluarga merasa diperhatikan.
Di Sangkunur, pengabdian itu nyata. Dan di tangan prajurit seperti Sertu A. Siregar, kemanusiaan menemukan wujudnya yang paling tulus.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Ramadan Penuh Berkah, Sat Samapta Polres Padangsidimpuan Tebar 50 Takjil di Jalan Sudirman
kota
Tarawih Bareng Warga, Kapolres AKBP Wira Prayatna Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Judi Online di Padangsidimpuan
kota
Respons Cepat Call Center 110, Sat Lantas Polres Padangsidimpuan Urai Kemacetan Akibat Truk Tangki CPO Mogok di Desa Simirik
kota
Langkah Inspiratif Desa Suka Ramai Madina, Bupati Saipullah Nasution Puji Program Beasiswa Siswa Juara
kota
Satu Dekapan Medis, Sejuta Harapan Aksi Heroik Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Membasuh Lelah Warga
kota
Dari Pembangunan ke Pelayanan Kesehatan, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Rawat Harapan Lewat Sentuhan Medis
kota
Di Tengah Sungai Berbatu, Satgas TMMD127 Kodim 0212/TS Kebut Pengerasan Jalan Demi Akses Ekonomi Warga Sangkunur
kota
Jalan Ini Bukan Sekadar Akses, Tapi Harapan Momen Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Kebut Pengerasan Jalan di Sangkunur
kota
Hangatnya Cahaya AlQur&rsquoan di Sangkunur, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Tadarusan Bersama Warga di Masjid Nurul Huda
kota
Gema Wahyu di Ujung Malam Ketika Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Melebur dalam Cahaya AlQur&039an
kota