Tapsel | Sumut24.co
Baca Juga:
Di balik rimbunnya belantara hijau Lingkungan 2, Kecamatan Angkola Sangkunur, sebuah kisah epik tentang ketulusan terpahat abadi. Pada Rabu (18/02/2026), semesta menjadi saksi ketika seragam loreng kebanggaan bangsa tidak lagi sekadar simbol pertahanan, melainkan menjadi "jantung" bagi ekonomi rakyat yang sedang berdenyut kencang.
Adalah Pratu Firdaus Nababan, sosok ksatria dari Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS, yang bersama rekan sejawatnya memutuskan untuk "mewakafkan" raga dan tenaganya di hamparan kebun sawit seluas 3 hektar milik Bapak Hariange Pane.
Matahari seolah berhenti sejenak, takjub melihat ketangguhan Pratu Firdaus. Pundaknya yang sekeras baja, yang biasanya menopang beban senjata, kini dengan penuh kasih memanggul tandan demi tandan sawit yang beratnya seolah membawa beban harapan hidup sebuah keluarga.
Di bawah rindangnya pohon sawit, setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah Angkola Sangkunur adalah janji setia bahwa TNI akan selalu ada, meski di medan tersulit sekalipun.
Bagi Bapak Hariange Pane, kehadiran Pratu Firdaus bukan sekadar bantuan tenaga. Ini adalah mukjizat di tengah luasnya lahan 3 hektar yang ia kelola.
"Melihat Bapak-bapak TNI mandi keringat demi memanen sawit saya, rasanya dada ini sesak oleh haru. Mereka bukan hanya tentara, mereka adalah malaikat pelindung bagi kami para petani kecil," bisik Bapak Hariange dengan mata yang berkaca-kaca.
Aksi Pratu Firdaus Nababan dan rekan-rekannya adalah sebuah hiperbola nyata dari pengabdian. Mereka tidak hanya memanen buah, mereka sedang memanen kepercayaan dan cinta dari rakyat. Di tangan mereka, eggrang dan dodos menjadi senjata untuk memerangi kesulitan ekonomi yang menghimpit.
Lahan 3 hektar itu mungkin luas, namun tak seluas semangat juang personel Kodim 0212/TS yang tak kenal kata lelah. Mereka menerjang semak, menembus lebatnya perkebunan, dan memastikan setiap tandan sawit sampai ke penampungan demi senyum yang terkembang di wajah pemiliknya.
Hari itu, Lingkungan 2 Angkola Sangkunur menjadi saksi bisu bahwa Satgas TMMD ke-127 adalah nafas bagi masyarakat. Pratu Firdaus Nababan telah membuktikan bahwa pengabdian tertinggi adalah ketika seorang prajurit mampu meluluhkan hatinya untuk menyatu dengan peluh rakyatnya.
TMMD bukan sekadar program, ia adalah prasasti cinta yang ditulis dengan keringat dan kerja keras di atas tanah Tapanuli Selatan.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News