Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Aliran puluhan ribu kubik kayu gelondongan yang ditemukan di Sungai arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga terus memicu polemik. Di tengah bantahan yang mengarah pada PT Tri Bahtera Srikandi (PT arget="_blank">TBS), sorotan justru mulai mengarah ke wilayah hulu dan anak sungai Sosopan yang secara geografis berada dekat dengan konsesi PT Agincourt Resources (PT AR).
Sejumlah warga menilai narasi yang menyudutkan PT arget="_blank">TBS tidak berdiri di atas fakta lapangan. Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berbasis data hidrologi, terutama dengan menelusuri aliran air dari hulu Sungai Sosopan hingga ke arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga.
"Kalau mau jujur, harus ditelusuri dari hulunya. Jangan langsung lempar tudingan. Secara logika, kayu dari wilayah kebun PT arget="_blank">TBS tidak mungkin masuk ke Sungai arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga," ujar Sari Oka Napitupulu, warga Desa Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ia menegaskan, dalam situasi bencana ekologis, publik perlu waspada terhadap upaya pengalihan isu yang berpotensi mengaburkan sumber kerusakan sebenarnya.
Hal senada disampaikan A. Fandi Zebua, warga Desa Muara Sibuntuon. Ia menjelaskan, berdasarkan kontur wilayah, jika terjadi longsor di area PT arget="_blank">TBS, material kayu justru akan terbawa ke Sungai Sibabangun, bukan ke arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga.
"Ini soal arah aliran air. Kalau ada longsor di sana, mustahil kayunya sampai ke aroga/" target="_blank">Garoga. Jadi klaim sepihak harus diuji," tegasnya.
Kepala Desa Anggoli, Oloan Pasaribu, juga menyampaikan hasil pemantauan lapangan menggunakan drone. Dari pemetaan udara, ditemukan sekitar 10 titik longsor besar yang mayoritas berasal dari lahan masyarakat dan wilayah hulu, bukan dari kebun plasma PT arget="_blank">TBS.
"Di kawasan mata air itu, kayu pasti tertahan. Tidak logis kalau sampai hanyut jauh ke arget="_blank">Aek aroga/" target="_blank">Garoga," kata Oloan.
Perhatian publik kini mengarah ke anak Sungai Sosopan yang berhulu dari wilayah Sibio-bio, Sosopan, dan mengalir melintasi area dengan aktivitas industri berskala besar. Warga mengeluhkan perubahan warna air, sedimentasi berat, serta dugaan kandungan zat kimia yang disebut-sebut membuat kebun mereka tidak lagi produktif.
"Tanaman kami mati perlahan. Air sungai berubah. Ini bukan kejadian biasa," ungkap salah satu warga terdampak yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas di wilayah konsesi PT Agincourt Resources, termasuk ekspansi tambang emas Martabe yang mencapai ratusan hektare, berpotensi memperparah daya rusak lingkungan, terutama di daerah aliran sungai (DAS) Nabirong dan Batang Toru.zal
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota
Mahasiswa Madina Bersatu! Halal Bihalal IMA Pekanbaru Lahirkan Gagasan untuk Daerah
kota
Khataman AlQur&rsquoan Warnai Milad Ketua TP PKK Madina, 61 Anak Yatim Ikut Bahagia
kota
Silaturrahmi JMSI Tabagsel dan Kejari Madina Media Diminta Jadi Garda Depan Tangkal Hoaks
kota
Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto Gelar Jumat Curhat di Masjid AlAmanah, Warga Sampaikan Aspirasi, Polisi Langsung Beri Solusi
kota
Tak Sekadar Halal Bihalal, Pertemuan JMSI Tabagsel dan Bupati Madina Saipullah Nasution Bahas Hal Krusial Ini, Siap Kawal &ldquoMadina Maju Madan
kota
Bikin Adem! JMSI Tabagsel Gelar Halal Bihalal ke Pembina, Ini Pesan Penting Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis
Kota
SAR Gabungan Polda Sumut Temukan Satu Korban Tenggelam di Sungai Silau Asahan, Pencarian Satu Anak Masih Berlanjut
kota