Ade Jona: HIPMI Sumut Harus Rendah Hati dan Jadi Solusi Ekonomi Daerah
Medan, Sumut24.co Ketua Dewan Pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, menegaskan pentingnya
News
Baca Juga:
- TNI Hadir untuk Rakyat, Satgas TMMD ke-127 Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Tapsel
- Pemko Siantar bersama Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menggelar sidak harga
- Survei Lokasi TMMD ke-127 saat TNI Buka Akses Warga Terisolir di Tapsel, Gus Irawan Pasaribu Ucapkan Rasa Syukur "Pas Betul Lokasi Bencana"
Jakarta – Pemerintah pusat akhirnya mulai membuka tabir dugaan kejahatan lingkungan di balik rentetan bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang digelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Senin (15/12/2025).
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Dewan Pengarah Satgas PKH, serta dihadiri Jaksa Agung ST Burhanuddin, sejumlah menteri, petinggi TNI-Polri, hingga pimpinan lembaga penegak hukum. Namun yang paling disorot publik adalah pengakuan eksplisit negara: bencana yang terjadi diduga kuat bukan murni fenomena alam, melainkan akibat perbuatan pidana dan kelalaian tata kelola lingkungan.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menyatakan, Satgas PKH telah mengantongi hasil identifikasi awal terkait dugaan tindak pidana yang berkontribusi terhadap bencana di tiga provinsi tersebut.
"Satgas PKH akan memastikan subjek hukum yang bertanggung jawab atas terjadinya bencana alam oleh para pemangku kepentingan," tegas Febrie.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa korporasi, pemegang izin, hingga oknum pejabat penerbit perizinan tak lagi bisa berlindung di balik narasi "bencana alam". Negara kini dipaksa berhadapan dengan fakta pahit: pembabatan hutan, alih fungsi lahan, serta carut-marut tata ruang telah mempercepat kehancuran ekologis dan menelan korban masyarakat.
Namun publik juga menuntut lebih dari sekadar janji. Selama bertahun-tahun, berbagai bencana ekologis di Sumatera berakhir tanpa kejelasan penanggung jawab. Banyak kasus berhenti di level wacana, sementara izin-izin bermasalah tetap eksis dan korporasi tetap beroperasi.
Meski Satgas PKH menjanjikan sanksi pidana dan administrasi, termasuk evaluasi perizinan serta kewajiban pemulihan lingkungan, pertanyaan krusial masih menggantung: apakah negara berani menyentuh aktor besar dan kepentingan ekonomi-politik di baliknya?
Lebih jauh, rencana evaluasi regulasi sektor lingkungan hidup, kehutanan, tata ruang, energi, dan sumber daya alam mengindikasikan adanya pengakuan kegagalan sistemik dalam tata kelola sumber daya alam nasional. Sayangnya, evaluasi semacam ini bukan hal baru—namun kerap berujung tanpa reformasi nyata.
Masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini menunggu pembuktian. Apakah Satgas PKH benar-benar menjadi instrumen penegakan hukum, atau sekadar etalase respons negara setiap kali bencana terjadi?
Jika penegakan hukum kembali tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka rapat-rapat megah di ibu kota hanya akan menjadi ritual tahunan, sementara hutan terus hilang dan rakyat kembali menjadi korban berikutnya.ree
Medan, Sumut24.co Ketua Dewan Pembina BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, menegaskan pentingnya
News
Pelantikan HIPMI Sumut 2026, Ade Jona Prasetyo Ingatkan Pengusaha Muda Tetap Rendah Hati
kota
Massa PBH Anak Bangsa Tabagsel Datangi Kejari dan PN Padangsidimpuan, Desak Transparansi Kasus Meski Korban Sudah Cabut Laporan
kota
Polres Padangsidimpuan Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Hotel Lancar, Masyarakat Dihimbau Waspada
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Negeri Medan (Unimed) mewisuda sebanyak 1.046 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Gedung Audito
kota
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota