Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Baca Juga:
"Seorang pemimpin itu harus bisa membaca hati orang yang dipimpinnya."
Kalimat sederhana ini menggambarkan hakikat kepemimpinan yang sejati. Sebab, memimpin bukan sekadar mengatur, memerintah, atau membuat kebijakan—tetapi memahami denyut nadi, nurani, dan perasaan orang-orang yang dipimpin.
Kepemimpinan, adalah membaca arti dari arti dalam sanubari seseorang. Artinya, seorang pemimpin sejati dituntut memiliki kepekaan, empati, dan kebijaksanaan. Ia bukan hanya tahu apa yang benar secara prosedural, tetapi juga tahu apa yang adil secara moral.
Namun realitas hari ini sering kali jauh dari itu. Banyak pemimpin lebih sibuk membangun citra daripada membangun rasa. Mereka cepat menilai, tapi lambat memahami. Cepat menghukum, tapi pelit memberi apresiasi. Bahkan, sebagian menjadikan kekuasaan sebagai ruang untuk memperkuat lingkaran pribadi—circle yang loyal bukan karena kompetensi, tapi karena kedekatan.
Padahal, pemimpin yang baik seharusnya membuat bawahannya merasa nyaman, bukan terancam. Membangun kepercayaan, bukan kecurigaan. Menjadi pengayom, bukan penguasa. Sebab, inti dari kepemimpinan bukanlah kuasa untuk mengganti orang, melainkan kemampuan untuk membesarkan mereka. juga menegaskan, jika seorang pemimpin tidak mampu memahami makna diri dan makna kemanusiaan orang lain, maka sebaiknya ia "mundur dan bersekolah kembali ke tingkat dasar." Sebuah sindiran keras, namun penuh makna. Karena kepemimpinan tanpa pemahaman nurani hanyalah kesombongan yang dibungkus jabatan.
Dalam konteks ini, setiap pemimpin—entah bupati, wali kota, atau gubernur—harus berani bercermin: Apakah aku layak disebut pengayom? Ataukah hanya sekadar penguasa yang sibuk memoles citra?
Sebab rakyat hari ini sudah jauh lebih cerdas. Mereka tidak lagi terpukau oleh retorika, melainkan menilai dari rasa keadilan dan kepekaan sosial seorang pemimpin.
Kepemimpinan adalah seni membaca hati, bukan sekadar menjalankan instruksi. Dan hanya mereka yang mampu mendengar suara paling halus dari nurani rakyat yang pantas disebut pemimpin sejati.***
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Ba
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Tanjungbalai, Siti Lisa Evriaty Br Tarigan ,S.H.,M.H. menuntut terdakwa
News
sumut24.co Tebingtinggi, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi,Erwin Suheri Damanik didampingi Kadis Perdagangan Marimbun Marpaung
News