Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Baca Juga:
- Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Pimpin Rakor Pemulihan Pasca Bencana Di Sumatera Utara
- Kolonel Kav Edi Yanto Suprianto Berpulang ke Rahmatullah, Satinduk dan Rekan Sesama Perwira Siswa Sampaikan Duka Mendalam
Menurut Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch (IGoWa), posisi Mendagri mendesak untuk diganti lantaran Tito Karnavian dianggap gagal mendeteksi dini dinamika sosial yang bermula dari aksi penolakan masyarakat Pati terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2).
"Kenaikan PBB-P2 di 125 daerah menjadi tanggung jawab Kemendagri. Namun koordinasi Kemendagri dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota tidak berjalan baik sehingga aksi protes melebar menjadi kerusuhan," kata Sutrisno dalam keterangannya, Senin (22/9/2025).
Gelombang aksi massa bahkan berujung pada pembakaran fasilitas umum, perusakan kantor pemerintahan, hingga penjarahan rumah sejumlah pejabat negara. Kondisi itu nyaris menyeret pemerintah menetapkan status darurat sipil atau darurat militer, sebelum akhirnya Presiden Prabowo memilih untuk tidak emosional.
Sutrisno menilai, kegagalan Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengantisipasi eskalasi sosial memperkuat urgensi rotasi di Kemendagri. Ia menyinggung pola rotasi alamiah di kursi Mendagri: dari sipil (Tjahjo Kumolo), ke purnawirawan Polri (Tito Karnavian), dan selanjutnya layak diberikan kepada purnawirawan TNI.
Dari sejumlah nama purnawirawan TNI yang pernah menjabat gubernur, Sutrisno menyebut tiga kandidat: Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta), Bibit Waluyo (mantan Gubernur Jawa Tengah), dan Edy Rahmayadi (mantan Gubernur Sumatera Utara). Dari ketiganya, Edy Rahmayadi dinilai paling relevan.
"Edy Rahmayadi adalah mantan Pangkostrad, pernah menjadi Pangdam I Bukit Barisan, serta memiliki pengalaman memimpin provinsi terbesar di luar Pulau Jawa. Ia menghadapi langsung pandemi COVID-19 sebagai Gubernur Sumut. Semua syarat itu menjadikannya sosok yang tepat menggantikan Tito Karnavian sebagai Mendagri," ujar Sutrisno.
Selain kedekatan periodisasi dengan pemerintahan Prabowo, Edy Rahmayadi juga memiliki rekam jejak hubungan erat dengan Presiden sejak sama-sama menjabat Pangkostrad. Hal ini disebut memperkuat pertimbangan politik dan strategis bagi Presiden Prabowo dalam menentukan figur Mendagri ke depan.rel
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Pererat SilahturahmiKajati Aceh dan Kajari Medan Main Bola Kaki Bersama Tim Legend
kota
PGRI Dan Bunda Guru Pasaman Barat Serahkan Bantuan Bagi Korban Galodo
News
Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke11 PT Kereta Cepat Indonesia
News
BANDA ACEH Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedi
News
MEDAN, SUMUT24.CO DPW Pendawa Sumatera Utara akan menggelar silaturahmi dan perkenalan pengurus pada Minggu (18/10/2026), pukul 14.00 WIB, d
Info
43 Armada Operasional Disalurkan, Bupati Deli Serdang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
News
KAPOLRI Ditantang Buktikan &ldquoNo Viral No Justice&rdquo, Karyawati 22 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
News
450 Hektare EksHGU Tanjung Siram Disorot, GTRA Paluta Percepat Penanganan Sengketa
News
Peredaran Ganja 30,7 Kg Terungkap, Wabup Madina Dorong Perang Narkoba hingga Modus Vape
News