Wabup Pakpak Bharat Resmi Membuka Musrenbang
Wabup Pakpak Bharat Resmi Membuka Musrenbang
kota
Baca Juga:
- Bakopam Sumut Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H, Ibnu Hajar: Bangkitkan Semangat Kekeluargaan
- SAR Gabungan Polda Sumut Temukan Satu Korban Tenggelam di Sungai Silau Asahan, Pencarian Satu Anak Masih Berlanjut
- Kapolda Sumut Tinjau langsung Operasi Ketupat Toba 2026 di Berastagi, Pastikan Pengamanan Arus Balik Maksimal
JAKARTA – Buruknya manajemen bisnis industri tambang PT PAM Mineral Tbk semakin menjadi sorotan publik.
Setelah PT Batu Inti Moramo (BIM) lebih dulu melaporkan PT PAM Mineral Tbk ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan degan dengan no: LP/B/5904/VIII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 21 Agustus 2025.
Kini giliran kontraktor lain yaitu PT Celebes Adhi Perkasa (CAP), yang angkat suara. Melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Damanik & Partners, PT CAP resmi melayangkan somasi pertama kepada PT PAM Mineral. Persoalan yang diangkat masih seputar perjanjian kerjasama penambangan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Somasi itu diteken langsung tim advokat beken: Jhon Saud Damanik, S.H., Sofian Herianto Sianipar, S.H., Irwana Onassis, S.H., M.H., dan Hermiriani Yosnita, S.H. Mereka menyebut banyak kejanggalan sejak kontrak diteken pada 3 September 2021 (Nomor: 008/PKS/PAM-CAP/IX/2021).
Masalah bermula ketika akses jalan hauling di lokasi tambang ditutup pihak ketiga sejak Mei 2022.
Akibatnya, alat berat dan pekerja PT CAP terhenti total. Padahal, sesuai kontrak, penyediaan jalan jadi tanggung jawab PT PAM Mineral.
Kisruh tak berhenti di situ. PT PAM Mineral disebut-sebut mengakhiri kontrak secara sepihak.
Lebih parahnya lagi, pengakhiran itu dilakukan dengan tekanan: kalau tak mau tanda tangan, pembayaran tidak akan dicairkan. Dari total tagihan Rp13 miliar lebih, PT CAP mengaku cuma menerima Rp7,32 miliar.
Dirut PT CAP Winston Bonawi blak-blakan mengaku merasa ditekan. Menurutnya, tagihan sebesar Rp15 miliar yang diajukan hanya dibayar Rp7 miliar. Ironisnya, pembayaran baru diberikan jika pihaknya mau menandatangani kwitansi pelunasan penuh sesuai nilai kontrak.
"Jadi tagihannya itu Rp15 miliar. Tapi yang dibayar cuma Rp7 miliar. Itu pun kami dipaksa tanda tangan seolah sudah lunas Rp15 miliar. Jelas ini sangat merugikan perusahaan," tegas Winston di Jakarta, Jumat (29/8/2025), didampingi tim kuasa hukum Damanik & Partners.
Dalam surat somasinya, kuasa hukum PT CAP menegaskan bahwa perjanjian tak bisa diputus sepihak begitu saja. Mereka mengacu pada Pasal 1320 KUHPerdata soal sahnya perjanjian dan Pasal 1365 KUHPerdata terkait perbuatan melawan hukum.
Pihak PT CAP pun menuntut PT PAM Mineral agar segera membayarkan kerugian Rp5,98 miliar lebih sesuai penagihan yang pernah diajukan pada 2 November 2022. Jika tidak ada itikad baik, mereka siap membawa masalah ini ke jalur hukum.
Hingga kini, PT PAM Mineral masih bungkam. Sementara publik menunggu, tindak lanut proses hukum atas laporan PT BIM di Polda Metrojaya .
Serta menanti jawaban somasi PT CAP kepada PT PAM Mineral usai viralnya kasus yang menyorot perhatian publik dan investor.
Satu hal pasti: panasnya sengketa tambang nikel ini belum akan reda dalam waktu dekat.(ril)
Wabup Pakpak Bharat Resmi Membuka Musrenbang
kota
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
kota
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
kota
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
kota
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
kota
sumut24.co JakartaPT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pencapaian finansial tertinggi sejak era disrupsi teknologi pada tahun buku 2025. Pe
Ekbis
Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI Ada Indikasi Teror
kota
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan sebesar Rp 4,5
News
Dewan Pers Uji Publik Rancangan Dana Jurnalisme, Perkuat Ekosistem Media
kota
MedanPelaksanaan sidang vonis dugaan kasus korupsi dana desa untuk pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo , pada Rabu (1/4/2026) m
kota