Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla: Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
News
Baca Juga:
- Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
- Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15–17 Oktober 2026
- 3 Ekskavator Dibakar, Kapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan Pernah Turun Langsung Tindak PETI Madina-Tapsel, Kini Kotanopan Menanti Ketegasan
Madina – Tokoh masyarakat Batang Natal, H Syahrir Nasution, mengingatkan kembali kejayaan Pulau Tamang dan Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang pada masa Orde Baru dikenal sebagai sentra cengkeh berkualitas tinggi.
"Dahulu masa Orde Baru, Pulau Tamang ini bak Hongkong-nya Indonesia. Pulau ini ditanami cengkeh Zanzibar. Saat panen raya, pemetik cengkeh bekerja hingga larut malam, dan para pedagang antar pulau berdatangan membeli cengkeh yang rata-rata berkelas kualitasnya," kata Syahrir di Natal, Sabtu (23/8).
Menurutnya, pada masa itu bahkan ada keluarganya yang menjadi manajer koperasi pengumpul dan pembeli cengkeh untuk diekspor ke luar negeri. Namun kini, ia mengaku tidak mengetahui lagi bagaimana nasib petani cengkeh di daerah tersebut.
"Apakah masih dilanjutkan atau sudah punah, itu yang kita pertanyakan. Padahal, seandainya pertanian cengkeh terus digalakkan oleh Pemkab Madina, ditambah dengan potensi wisata bahari yang ada, rakyat sekitar bisa sejahtera dan PAD Madina tidak perlu selalu mengemis dana bagi hasil ke pusat," ujarnya.
Selain potensi cengkeh, Syahrir juga menyinggung kekayaan laut Natal yang menyimpan endapan pasir kuarsa sebagai bahan baku kaca. Ia menilai, apabila dikelola secara profesional, Pulau Tamang dan perairan Natal dapat menjadi penyumbang besar bagi pendapatan daerah.
"Tidak berlebihan jika saya katakan Pulau Tamang, Kecamatan Natal, dan Batahan merupakan serpihan-serpihan surga yang kurang diperhatikan Pemkab Madina," katanya menambahkan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Kota Natal juga dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh pergerakan nasional, seperti Sutan Syahrir dan Sutan Takdir Alisjahbana.
"Ini menunjukkan bahwa Natal memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sejarah pergerakan bangsa. Tinggal bagaimana pemerintah daerah serius mengelolanya," tutur Syahrir Gelar Sutan Kumala Bulan itu.rel
Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
News
Perkuat Konsolidasi, Pendawa Sumut Perkenalkan Pengurus dan Siap Gas Program Sosial
News
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut Polri, Siapa Bertanggung Jawab? Telusuri Aliran Dana hingga ke Akar
News
sumut24.co PADANG LAWAS, PTPN IV Regional 2 menegaskan status hukum lahan seluas 65 hektare yang berada di Afdeling 8 Kebun Sosa, Kabupaten
News
Gelar Aksi Sejuta Masker, FOZ Sumut Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di MedanMedansumut24.co Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara me
Umum
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Pererat SilahturahmiKajati Aceh dan Kajari Medan Main Bola Kaki Bersama Tim Legend
kota
PGRI Dan Bunda Guru Pasaman Barat Serahkan Bantuan Bagi Korban Galodo
News
Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke11 PT Kereta Cepat Indonesia
News
BANDA ACEH Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedi
News