Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal: Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Baca Juga:
Kalteng -Munculnya gagasan pemisahan nomenklatur antara "pemuda" dan "olahraga" dalam struktur Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang diselenggarakan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (03/07/2025) mendapat dukungan seluruh Organisasi Kepemudaan( OKP) tingkat nasional.
Selain bertujuan agar terfokus, berdasarkan kajian tentang pentingnya pemisahan nomenklatur antara "pemuda" dan "olahraga" dalam struktur Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dapat terlihat dari beberapa dimensi, historis, konseptual, kelembagaan, dan implikasi kebijakan yang berbeda kebutuhan dalam pelaksanaanya.
Hal tersebut tegas disampaikan perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (Depipus) Wira Karya Indonesia (WKI) Edison Tamba, Jumat (4//2025) dalam mengapreasiasi orasi kepemudaan Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan saat pembukaan Rapimpurnas Pemuda/KNPI, bahwa gagasan itu yang harus wajib diperjuangkan dalam mewujudka Asta Cita Presiden Prabowo saat ini.
"Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibentuk sebagai wadah untuk mengembangkan potensi generasi muda dan memajukan olahraga nasional. Namun dalaam praktiknya, Porsi kebijakan dan anggaran lebih besar mengalir ke bidang olahraga. Pemuda seringkali "terpinggirkan" dalam perencanaan strategis kementerian."Jelas Edison Tamba yang juga Ketua Depidar WKI Sumatera Utara.
Dipaparkan Edoy sapaan akrab Edison Tamba, Wira Karya Indonesia (WKI) sebagai salah satu delegasi peserta dari organisasi kepemudaan tingkat nasional menilai, adapun 4 poin utama alasan pentingnya pemisahan nomenklatur , yaitu
Pertama, penguatan Identitas dan Fokus Kebijakan. Dengan memisahkan nomenklatur, masing-masing isu (pemuda dan olahraga) bisa diperlakukan setara secara kelembagaan. Tidak ada yang menjadi subordinat atau "penumpang kebijakan".
Kedua, peningkatan efektivitas dan akuntabilitas. Dampak positif ketika pemisahan nomenklatur ini dilakukan, membuat pengukuran kinerja lebih spesifik dan akurat.
"Sehingga, program pemuda tidak tertutupi oleh gemerlap event olahraga seperti yang terjadi selama ini" Tegasnya.
Lanjut Edoy memaparkan, poin ketiga pentingnya pemisahan nomenklatur ini dari sisi efisiensi Organisasi dan Pendanaan. Anggaran bisa didesain secara terfokus, menghindari tarik-menarik internal antara unit pemuda dan olahraga.Sehingga, birokrasi lebih ramping dan tepat sasaran.
Keempat, terkait Relevansi dengan Tantangan Zaman. Kondisi sosial dan tantangan pemuda masa kini (mental health, pengangguran, literasi digital, radikalisme) butuh pendekatan tersendiri yang tidak bisa didekati hanya dengan olahraga.
Pentingnya ada organisasi atau wadah kepemudaan atau organisasi yang memiliki program kerja dalam pembentukan kaderisasi serta doktrin cinta negara yang kerap terkendala anggaran dalam pelaksanaannya.
"Kita bisa melihat referensi dari
Beberapa negara memisahkan secara tegas antara lembaga yang menangani pemuda dan olahraga" Ujarnya.
Untuk itu, kami dari OKP Depipus WKI, menilai dan menyambut baik, apa yang disampaikan Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan terkait pemisahan nomenklatur antara pemuda dan olahraga dalam Kemenpora, bukan sekadar teknis birokrasi.
Melainkan langkah strategis untuk mengakui kompleksitas dan signifikansi peran pemuda memberikan ruang kebijakan yang setara bagi dua isu penting nasional.
"Menyesuaikan dengan kebutuhan zaman yang dinamis dan lintas sektor, yang saat ini sangat memberikan dampak sosial kepada generasi pemuda dapat memilih tempat untuk bernaung serta menyalurkan gagasannya. Contoh: aksi begal pelaku kriminal bermotor serta terjerumus dalam bahaya laten narkoba"pungkas Edoy.rel
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
kota
Tidak Ada Masalah, Andar AminTerpilih Secara Konstitusional
kota
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum