Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News
Baca Juga:
- Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia dan Koperasi Jasa Cahaya Kita Bersama Teken PKS Uji Mesin Mobile Grain Dryer di Deli Serdang
- Koperasi Jasa Keluarga Pers Gandeng Perusahaan Tiongkok Kembangkan Pengering Gabah Portabel
- Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam
MEDAN – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Benjamin Gunawan, mengingatkan bahwa badai ekonomi global sedang nyata menghantam pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air, termasuk di Sumatera Utara. Hal ini disampaikannya dalam acara Coffee Morning bertema "Solusi Pembiayaan Pengusaha UMKM dan Koperasi Pasca Lebaran: Peluang dan Tantangan" yang digelar Koperasi Keluarga Pers Indonesia di Hotel Sultan, Medan, Jumat (11/4/2025).
Menurut Benjamin, perang dagang antara raksasa dunia seperti Amerika Serikat dan China tidak hanya berdampak di level global, tapi juga mulai terasa di dapur-dapur rakyat. "UMKM kita ini hidupnya tergantung pada daya beli masyarakat. Kalau masyarakat makin seret, otomatis UMKM pun goyah," ujarnya.
Ia mencontohkan turunnya harga sawit hingga 65 persen sebagai pemicu anjloknya ekonomi lokal. "Kalau sawit jatuh, ekonomi daerah penghasil sawit ikut goyang. Akibatnya, uang di tangan masyarakat jadi makin tipis," jelas Benjamin.
Tak hanya itu, ia juga mengungkap fakta mengkhawatirkan soal kondisi perbankan. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sudah tembus angka 94%, menandakan likuiditas bank mulai kritis. "Kalau uang masyarakat habis untuk kebutuhan harian, mereka nggak akan nabung. Kalau tabungan turun, bank kekeringan likuiditas. Nah, kalau bank udah seret, dari mana lagi UMKM bisa pinjam modal?" tegasnya.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga terus melemah dan kini menyentuh angka Rp17.000. "Coba bayangkan nasib penjual tahu dan tempe yang harus beli kedelai impor. Harga bahan baku naik, tapi daya beli konsumen turun. Serba salah kan?" kata Benjamin.
Pemerintah, lanjutnya, memang sedang mencoba negosiasi dagang dengan Amerika agar tak makin terjepit. Salah satu opsinya: tidak menaikkan tarif barang-barang impor dari AS. Tapi langkah ini pun tak lepas dari risiko. "Kalau barang impor masuk tanpa batas, produk lokal bisa kalah bersaing. UMKM makin berat napasnya," jelasnya.
Menurut Benjamin, kondisi ekonomi saat ini tak bisa disikapi dengan kebijakan tambal sulam. Pemerintah dan pelaku usaha harus bersiap dengan strategi jangka menengah dan panjang. "Ini bukan masa-masa normal. Dunia sedang berubah cepat. Kita perlu regulasi baru dan pendekatan baru. Jangan sampai salah langkah, karena taruhannya besar," tutupnya.
Acara ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai sektor strategis, yaitu Ahmad Abdullah (Kepala Bidang Ritel PT Bank Sumut) dan Laode Karsid (Kepala Perwakilan LPDB Kementerian Koperasi dan UKM untuk Sumatera). Acara dimoderatori langsung oleh Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia, Devis Karmoy. Forum ini turut dihadiri pelaku usaha, koperasi, akademisi, dan perwakilan media. (*)
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News
Gubernur Sumbar Salurkan Bantuan Perikanan di Koto Sani Kabuiaten Solok
News
Pemko Medan, Pelindo dan DP World Siapkan Pembangunan SMP Negeri di Belawan
News
15.011 Rumah Dibedah di Sumut, Pemprov Dikejar Target Realisasi 2026
News
Ekonomi Sumut Tumbuh 5,06, Ketimpangan Antarwilayah Masih Jadi PR Bobby
News
Perangi Peredaran Narkoba, Polres Padangsidimpuan Gerebek Kawasan SilayangLayang, 4 Positif Narkotika
News
Medan sumut24.co Pemko Medan, Pelindo, bersama DP World menyiapkan pembangunan gedung sekolah menengah pertama (SMP) negeri baru di Belawa
kota
Medan sumut24.co Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan, Budi H Sormin menyampaikan ucapan selamat da
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Kehadiran Rumah Sakit (RS) Abdul Jalil Meliala di Kota Tanjungbalai diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan p
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mengikuti sosialisasi pelayanan clearance pejabat Badan Usaha Milik Daerah (B
News