Prabowo Hadiri Gala Iftar di Washington DC, 11 MoU Rp 600 Triliun Lebih Disepakati
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit yang digelar di U.S. Chamber o
News
Baca Juga:
Pendidikan menjadi salah satu program prioritas utama dari Presiden Prabowo Subianto, oleh karena itu program pendidikan di kota Medan juga harus memiliki akselerasi yang bagus sesuai dengan program pemerintah pusat.
Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat memimpin rapat pembahasan persiapan program baru Regrouping (Penggabungan Beberapa Sekolah) di tingkat Sekolah Dasar Negeri dan Pembentukan Sekolah Unggulan di Kota Medan, di Balai Kota, Senin (10/2).
"Ini adalah konsep awal yang kita diskusikan, bagaimana kita menerapkan regrouping sebagai solusi mengatasi permasalahan pendidikan di kota Medan,"kata Bobby Nasution.
Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Wali Kota Medan terpilih Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan terpilih Zakiyuddin Harahap serta pimpinan Perangkat Daerah itu, Bobby Nasution selanjutnya menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Medan untuk mempersiapkan program regrouping ini dengan sebaiknya.
"Saya ingin program ini disiapkan dengan sebaiknya, jangan sampai merugikan masyarakat,"tegas Bobby Nasution.
Dalam rapat ini Bobby Nasution juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan untuk mempersiapkan sekolah unggulan di kota Medan.
"Harus ada standart indikator sekolah unggulan, dan peserta didik yang diterima masuk sekolah unggulan harus selektif baik dari segi akademik maupun yang memiliki prestasi,"tambah Bobby Nasution.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar dalam paparanya mengatakan sesuai dengan visi misi Pemko Medan dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu memajukan masyarakat kota Medan melalui revitalisasi pelayanan pendidikan dan kesehatan yang modern serta terjangkau oleh seluruh masyarakat, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan akan melakukan regrouping sekolah dasar negeri.
"Tujuanya regrouping ini ialah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan efektivitas pengawasan, dan mencapai pendidikan unggul,"kata Benny Sinomba Siregar.
Dari data yang di paparkan saat ini ada terdapat 382 SDN di Kota Medan. Dari 382 SDN tersebut sebanyak 142 SDN di regrouping menjadi 57 SDN (85 SDN begabung), sementara sisanya sebanyak 239 SDN tetap dan 1 SDN ditutup akibat tidak adanya siswa.
"Dasar kita melakukan penetapan sekolah regrouping ialah dalam titik lokasi terdapat dua atau lebih sekolah yang kurang efektif, jumlah siswa yang kurang, sarana dan prasarana yang kurang memadai, penyebaran tenaga guru yang tidak sesuai, dan tidak memiliki sertifikat tanah,"ujar Benny Sinomba Siregar menambahkan. (Rel)
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Gala Iftar Dinner Business Summit yang digelar di U.S. Chamber o
News
Bupati Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Polres Padang Lawas Dukung Stabilitas Daerah
kota
Dua Petani Tapsel Ditangkap Bawa 14 Paket Ganja, Motor Bocor Jadi Titik Akhir Pelarian
kota
Gerakan ASRI Menggema di Palas, Bupati PMA dan ASN Turun Tangan, Gelar Aksi Bersih Dukung Instruksi Presiden
kota
Pantau Langsung Pasar Sagumpal Bonang, Wali Kota Padangsidimpuan Jamin Stok Daging Aman Jelang Ramadhan
kota
Sentuhan Kemanusiaan Lettu CKM Rudi Ardiansyah Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Obati Dua Bocah di Sangkunur
Kota
Malaikat Berseragam Loreng di Jantung Angkola Sangkunur, Momen Tetesan Kasih Sayang Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS
kota
Membangun Kembali Harapan di Lereng Sangkunur, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan Hijaukan Tanah yang Terluka
kota
Hijaukan Tanah yang Pernah Runtuh, Ini Aksi Nyata Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS di Angkola Sangkunur
kota
Air Mengalir, Asa Tumbuh! Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS dan Warga Sangkunur Bangun MCK dengan Sepenuh Hati
kota