Pemkab Solok Perkuat Langkah Pemulihan dan Percepatan Pembersihan Material Pasca Bencana.
Pemkab Solok Perkuat Langkah Pemulihan dan Percepatan Pembersihan Material Pasca Bencana.
News
Baca Juga:
- Bupati dan Forkopimda Asahan Turun Langsung Pantau Pilkades Serentak 2026, Pastikan Proses Demokrasi Desa Berjalan Aman, Adil dan Kondusif
- Bupati Asahan Terima Kunjungan Satgas PRR Pusat, Perkuat Sinergi Percepat Pemulihan Pascabencana
- 20 Warga Terima Bantuan Bedah Rumah Rp 600 Juta, Pemko Tanjungbalai Tekankan Tepat Sasaran
MEDAN - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mengapresiasi dan berterima kasih pada semua pihak, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) hingga elemen masyarakat yang telah menyukseskan banyak agenda besar nasional di Sumut. Hal itu disampaikannya pada silaturahmi Forkopimda Sumut dengan masyarakat di Hotel Grand Mercure, Medan, Sumut, Selasa (17/12/2024).
Adapun agenda besar nasional yang telah terselenggara dengan aman dan lancar antara lain Pemilihan Umum (Pemilu), Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Menurut Fatoni, sinergi dan kekompakan yang membuat kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar.
"Agenda Pemilu dan Pileg berjalan lancar dan aman, begitu juga pelaksanaan PON dan terakhir Pilkada serentak Sumut berlangsung lancar, aman, sukses dan terkendali. Tentunya ini semua berkat kerja keras kepala daerah, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta elemen masyarakat, ini semua berkat komitmen kita bersama untuk menjaga Sumut," kata Fatoni.
Sumut merupakan provinsi dengan posisi penting dan strategis di tingkat nasional. Oleh karena itu, sinergi merupakan hal penting untuk menjaga Sumut tetap aman dan kondusif.
"Penduduk kita besar, posisi kita strategis, kita juga pintu gerbang Indonesia bagian barat, Sumut tentunya jadi atensi nasional dan jadi barometer untuk ukuran peristiwa ekonomi, sosial maupun politik. Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Sumut ini," ucap Fatoni.
Secara khusus, Fatoni mengungkapkan berbagai kesuksesan PON dan dampaknya di Sumut. PON di Sumut merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah dengan jumlah atlet, cabang olahraga, dan volunteer terbanyak. Dirinya pun bersyukur pelaksanaan PON yang pertama kali dilaksanakan di dua provinsi tersebut berjalan sukses karena mencetak sejarah.
"Prestasi kita pun sukses, kita mendapat peringkat empat," ujar Fatoni.
Dalam kesempatan yang sama, Kabinda Sumut Gema Repelita mengapresiasi Forkopimda yang telah menjaga sinergitas. Menurutnya, sinergitas yang telah terbangun sangat luar biasa sehingga menciptakan situasi Sumut aman dan kondusif.
"Ini (situasi kondusif) tidak bisa kita wujudkan kalau kita tidak bersinergi, saya ucapkan terima kasih," kata Gema.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, di antaranya Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto, Kajati Sumut Idianto, Komandan Lanud Soewondo Sonni Benny Simanjuntak, Komandan Kosek I Medan Marsma TNI Toto Ginanto, Walikota Medan Bobby Nasution, Bupati Asahan Surya, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, dan elemen masyarakat.**
Pemkab Solok Perkuat Langkah Pemulihan dan Percepatan Pembersihan Material Pasca Bencana.
News
Kementerian Sosial RI Serahkan Bantuan Penanganan Bencana Senilai Rp358,86 Juta kepada Kabupaten Solok
News
Bupati Solok Buka FGD Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial
News
Disampaikan ke Wapres Gibran, Keluarga Korban Pencurian Pertanyakan Status Tersangka dan DPO
News
JAKARTA Perdebatan panjang terkait sengketa Sahara Maroko sering kali mengabaikan realitas empiris di lapangan. Padahal, berbagai pemban
News
Lapas Padangsidimpuan Buka Layanan Hak Remisi, 34 Warga Binaan Dapat Penjelasan Langsung
News
Nusron Wahid Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Beralasan Ada Agenda Internal ATR/BPN
News
KAMMI Bakar Ban di DPRD Sumut, Desak Seleksi KPID Diusut dan Anggaran SosperWasbangPokir Diaudit
News
KPK Telaah Dugaan Politik Uang Muktamar NU, PCNU Sekadau Serahkan Uang dan Bukti
News
sumut24.co MedanKisah memprihatinkan dialami oleh Cici Herliawati bersama keluarganya yang sudah satu dekade bertahan hidup di dalam bilik
kota