6 Pejabat Pemko Medan Tes Urine

Medan|SUMUT24
Enam pejabat tinggi Pemko Medan yakni Wali Kota Medan Drs. HT Dzulmi Eldin, Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Dandim 0201/BS Kolonel Inf Maulana Ridwan, Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri dan Kadispers Lanud Swondo Letkol Adm Esra K Sembiring melakukan tes urine.

Hasil tes urine yang dilakukan oleh BNN Sumut, keenam petinggi negatif pengguna narkoba. Pemeriksaan tes urine ini dilakukan dalam rangka apel Operasi Bersinar Toba Pencegah, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kota Medan, Rabu(14/4).

Apel yang dilakukan di Balai Kota Medan, dipimpin Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, dirangkai dengan pembacaan ikrar bersama anti narkoba.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto beserta jajarannya, Kalapas Tg Gusta,  unsur FKPD Kota Medan, peserta apel para aparatur yang ada di tiga instansi di Kota Medan, Pemko Medan dan jajarannya, serta Lanud Swondo dan jajarannya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, apel ikrar penolakan narkoba di Kota Medan, secara simbolis telah dilakukan tes urin yang dilakukan 100 orang. Diharapkan seluruh instansi akan mengetes anggotanya masing-masing secara rutin.

Lebih jauh diminta kepada para Kepling untuk untuk memantau dan memonitor lingkungannya masing-masing, bila ada peredaran narkoba segera lakukan langkah-langkah antisipastif kemudian juga segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat.

Menurutnya, narkoba bukan hanya masalah nasional tetapi sudah menjadi masalah internasional, untuk itu dituntut kepada semua peduli dan aktif melawan narkoba. Saat ini Indonesia sedang mengalami bencana nasional dan darurat narkoba.

“Untuk diketahui, sudah terkontaminasi hal penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 5,87 juta orang, berdasarkan data BNN, namun masih belum falid karena jumlah penyalagunaan narkoba ini diibaratkan gunung es,” tegasnya.

Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas, telah memerintahkan seluruh sektor mulai BNN, Polri, TNI, Kemenkumham, Menkomimfo, Kemenkes, Kemensos dan Dirjen Be Cukai, harus bergerak bersama-sama bersinergi dengan kementerian dan lembaga yang ada, hilangkan ego sektoral untuk mengeroyok dan memerangi bahaya narkoba ini.

Sementara Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin mengharapkan semuanya bisa memahami gunanya tes urin ini dan akan berlanjut untuk jajaran pemerintah Kota Medan.

“Saya menilai kegiatan ini cukup baik dan kedepannya setiap SKPD jajaran Pemko Medan dari pimpinan dan staf akan dilakukan tes urin. Bila terbukti positif narkoba akan diberi sanksi,” tegas Eldin. (Red)