6 Cara Tepat Orang Tua Membicarakan Terorisme dengan Anak

126
Foto : Ilustrasi.

MEDAN | SUMUT24.co

Pasca ledakan bom dilakukan pelaku terduga teroris yang beberapa hari terakhir terjadi di Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI), menjadi perhatian banyak kalangan masyarakat lokal maupun internasional. Dampaknya, mau tidak mau, anak-anak turut terpapar informasi tentang aksi terorisme ini.

Sejumlah beberapa orang tua, juga tidak luput mendapatkan pertanyaan soal terorisme dari anak-anak mereka.

Apanila anda sebagai orang tua, atau orang dewasa yang juga mengalami hal yang sama dan bingung dalam memberikan jawaban, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia memaparkan cara tepat membicarakan terorisme dengan anak.

1). Mencari tahu pemahaman anak

Orang tua perlu mencari tahu apa yang anak pahami. Bahas secara singkat tentang apa yang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi, dan ajak anak untuk menghindari isu spekulasi.

2). Menghindari paparan gambar mengerikan

Menghindari paparan televisi dan media sosial yang sering menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.

3). Mengidentifikasikan rasa takut pada anak

Kamu sebagai orang tua perlu mengidentifikasi rasa takut pada anak yang mungkin berlebihan. Pahami pula bahwa setiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan kepada anak bahwa kejahatan terorisme sangat jarang, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

4). Membantu anak mengungkapkan perasaan

Bantu anak mengungkapkan perasaannya terhadap tragedi yang terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat, yaitu pelaku kejahatan. Hindari prasangka pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka.

5). Menjalani kegiatan keluarga secara normal

Jalani kegiatan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman, serta tidak tunduk pada tujuan teroris menganggu kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi secara rutin penting untuk mendukung anak.

6). Mengapresiasi kerja polisi

Orang tua perlu mengajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI, dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani, dan membantu masyarakat di masa tragedi. Diskusikanlah lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka, daripada sisi kejahatan pelaku teror.(red)

SHARE