IQ Tinggi Bukan Jaminan Kesuksesan!

156

 

Penting bagi manusia untuk bijak dalam mengambil keputusan sepanjang hidupnya. Hal itu mempengaruhi kesuksesan diri, karir, dan kualitas hidup.

Investor dan pengusaha terkenal asal Amerika Serikat Warren Buffett mengatakan bahwa IQ bukanlah faktor penentu tunggal manusia bijak dalam mengambil keputusan dan menunjang kesuksesan.

Penelitian dari Profesor di University of Toronto Keith Stanovich telah mempelajari psikologi penalaran selama lebih dari satu dekade. Temuannya menunjukkan bahwa tes IQ yang mengukur kemampuan mental seperti logika, penalaran abstrak dan kapasitas memori tidak dapat diandalkan untuk membuat keputusan baik di dalam kehidupan.

Dikutip dari CNBC, Selasa (29/6/2020) berikut dua alasan IQ atau kecerdasan bukan syarat tunggal dalam bijak mengambil keputusan.

Kecerdasan Pengaruhi Sikap di Kehidupan Nyata

Mereka yang memiliki skor IQ tinggi lebih sering menggabungkan kehidupan nyata dengan pelajaran yang berdasarkan teori-teori yang telah mereka dapat. Sementara orang yang biasa menanggapi dunia dengan menerima keadaan yang nyata.

Ketika Anda diberkati dengan kecerdasan, Anda cenderung sering memiliki pikiran yang kompleks mengenai cerita berbagai masalah kehidupan. Selain itu sering menyalahkan diri sendiri terutama mempertanyakan bagaimana keputusan yang Anda ambil atau yang akan Anda ambil.

Kecerdasan Mendorong Pikiran yang Kompleks

Ketika seorang memiliki kecerdasan di atas rata-rata mereka cenderung memiliki gagasan dan pemikiran yang kompleks. Bahkan ketika dihadapi masalah yang kompleks solusi yang mereka tawarkan juga kompleks.

Padahal beberapa masalah rumit memerlukan solusi paling sederhana, karena solusi sederhana dapat mengarahkan ke masalah dasar yang sering tidak diketahui dan tidak terlihat.

Dalam film dokumenter Ken Burns 2015 “Cancer: The Emperor of All Maladies,” Robert Weinberg menjelaskan bahwa orang yang sangat cerdas memang tidak tertarik pada solusi sederhana, bahkan jika solusi itu lebih efektif. (red)

Loading...