Dinilai Tidak Berpihak, Ratusan Masyarakat Berkostum Merah Geruduk Kantor Bupati Deli Serdang

350
DELI SERDANG | SUMUT24.co
Lebih dari 300 orang masyarakat yang mengatasnamakan dari Lembaga Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB), Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang, menggeruduk kantor Bupati Deli Serdang di Lubuk Pakam, Rabu (3/6/2020).
Dengan berpakaian kaos berwarna merah, ratusan masyarakat bersekala besar dari SPSB, Desa Simalungkar A, Kecamatan Pancur Batu ini melakukan aksi unjuk rasa dari pagi hingga sampai sore ditiga titik lokasi.
Dari pagi sampai siang, ratusan masyarakat yang tergabung dalam PSSB ini berunjuk rasa ini di Kantor Pertanahan Deli Serdang dan Kantor DPRD Deli Serdang. Terakhir dipuncak aksi, pengunjuk rasa melakukan aksi demo di Kantor Bupati Deli Serdang.
Unjuk rasa ini dilakukan masyarakat petani berawal dari rasa kecewa terhadap Bupati Deli Serdang, Azhari Tambunan yang telah menjabat dua priode disinyalir tidak mempunyai jomitmen dan tidak berpihak kepada masyarakat kecil umumnya petani.
Ungkapan itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan, Sulaeman kepada Sumut24 saat menggelar aksi ditengah tengah kerumunan unjuk rasa.
“Aksi ini adalah bukti dari penderitaan masyarakat yang selama ini diabaikan oleh pemimpinnya sendiri. Seperti inilah aksi kami sebagai masayarakat,” ujar Sulaeman.
Ratusan Kepala Keluarga masyarakat dari Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu dan seribuan jiwa akan kehilangan tempat tinggal dan lahan pencarian secara permanen dimasa Pandemi Covid-19 ini hanya karna pimpinan disinyalir membela kepentingan segilintir kelompok dan juga perorangan dengan cara mengorbankan masyarakat nya sendiri, ucap Sulaeman.
Diterangkan Sulaeman, lokasi yang telah kami kuasai masyarakat hingga bertahun-tahun dengan bertani, secara sepontan masyarakat yang telah mengusahai dan menguasai lahan tersebut di intimidasi oleh sekelompok orang yang didampingi oknum berseragam loreng dengan mengatakan  segera untuk mengosongkan lahan.
Dan yang sangat menyakitikan hati kami sebagai masyarakat, belakangan ini oknum berseragam loreng semakin betingaa melakukan intimidasi kepada masyarakat secara membabi buta dengan merusak rumah yang kami tempat beserta isi yang ada diatas tanah tersebut.
Lanjut Sulaeman, berkaitan dengan perlakuan oknum berseragam loreng kepada masyarakat yang memperlakukan dengan cara menunjukkan rasa ketidak manusiaan.
“Sekarang ini, kami melakukan unjuk rasa dengan skala besar sebagai bentuk kekecewaan kami dan apabila tuntutan kami ini tidak ada kepastian hukum dan respon dari Bupati Deli Serdang Azhari Tambunan. Dalam waktu dekat ini juga dengan jumlah yang lebih besar lagi, kembali melakukan “long march” berjalan kaki menuju Istana Negara di Jakarta melakukan aksi berunjuk rasa dan meminta ketemu dengan Presiden RI Joko Widodo,” tambah Sulaeman.
“Semua ini kami lakukan demi mencari keadilan hukum di Negri ini. Apakah hukum dan keadilan masih ada di Kabupaten Deli Serdang khususnya di Republik Indonesia pada umumnya atau tidak,” pungkasnya.
Usai melakukan orasi lebih dari satu jam di depan pintu gerbang Kantor Bupati Deli Serdang perwakilan masyarakat mengatasnamakan Lembaga SPSB diterima untuk masuk ke Kantor Bupati.
Setelah kami (perwakilan-red) memasuki ruangan, kami kembali merasa kecewa sebab yang menerima perwakilan sebagai deligasi dari Kabak Hukum Pemkab Deli Serdang, Edwin Nasution didampingi dua orang staf Perizinan tidak bisa memberikan kepastian terhadap kami sebagai perwakilan deligasi masyarakat.
“Apa sebab dan musababya Bupati Deli Serdang, Azhari Tambunan tidak mau dan tidak berani hadir menerima masyarakatnya sendiri. Sementara dimasa berkampanye disaat kembali hendak maju menjadi Bupati pada periode ke dua, jami dikunjungi dan diminta untuk mendukungnya,” kesal Sulaeman.
Sementara, Camat Parcur Batu, Sandra Dewi yang mendatangi dan berkumpul bersama pada pendemo meminta masyarakatnya untuk dapat membubar kan diri dengan tertib dan kembali kerumah masing-masing sebab Bupati telah diwakili para perwakilan Delegsi.
“Masalah puas tidak puasnya atas keputusan tersebut itu tidak gawenya Bupati lagi sebab kasus ini sudah sampai ketingkat yang lebih tinggi,” ungkap Sandra Dewi melalui mikrofon.
Masih Camat, pada prinsipnya Bupati Deli Serdang Azhari Tambunan sangat prihatin atas yang telah terjadi dan dialami masyarakat Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu dan Bupati tetap memperjuangkan untuk kepentingan rakyat kecil, ungkapnya.(Ir/Biro DS)
Loading...