1 Jam Digiyur Hujan, Jalan Psr V Barat Depan Kampus Unimed Medan Bagaikan Danau

198

PERCUT SEI TUAN | SUMUT24.co

Baru kurang dari 1 jam hujan lebat mengguyur Kota Medan, Sabtu (1/8/2020) malam telah mengakibatkan banjir di beberapa ruas Jalan Psr V Barat, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dengan ketinggian hampir setinggi lutut orang Dewasa. Banjir tersebut terlihat di depan Kampus Universitas Medan (UNIMED).

Banjir diduga akibat telah di tutupnya persimpangan Jalan Psr V Barat, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang secara permanen dengan memasang parboden/median jalan.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara Pembauran Nasional Kabupaten Deli Serdang (Penjara PN DS), Andri Gunawan yang didampingi Wakil Ketua Makmur Rusman Siregar kepada Sumut24.co, Sabtu malam (1/8/2020) menilai, penutupan jalan menggunakan simpang empat tersebut juga tidak di ketahui berasal dari sektor mana oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang.

Sebab lanjut Andri Gunawan sewaktu dilakukan penutupan jalan tersebut tidak terlihat seperti plank proyek dari mana dan bersumber dana untuk pengerjaan apa.

“Disinyalir, penutupan simpang empat Jalan Psr V Barat tersebut diduga dilakukankan untuk kepentingan para oknum pengusaha yang ada di daerah tersebut yang melintasi dan menggunakan jasa jalan menjadi transportasinya,” terang Andri.

Sepertinya sambung Wakil Ketua LSM Penjara PN DS ini, Bupati Deli Serdang, Azhari Tambunan yang telah memimpin Kabupaten DS masuk dua Priode terkesan menutup mata dan tidak ada keberpihakan untuk rakyatnya sendiri.

Seharusnya sambung Andri, Bupati Deli Serdang yang semasa dilakukan pemilihan oleh rakyat dan dimenangkan oleh rakyatnya sendiri di Kabupaten ini berpihak pada rakyat, bukan berpihak pada oknum pengusaha yang hanya mencari ke untungkan pribadi di Kabupaten ini.

Seperti juga hal nya Jalan Kabupaten yang juga terlihat pada sudut persimpangan tersebut ada porboden yang melarang armada truk diluar tonase melintas di jalan tersebut.

Tetapi rambu-rambu tersebut tidak di taati oleh para pengusaha yang ada disini dengan bukti bebasnya para truk yang melebihi tonase tanpa ada tindakan. Baik tindakan tersebut dilakukan dari Dinas Perhubungan Deli Serdang maupun dari pihak kepolisian lalulintas sektor Percut Sei Tuan.

Seharusnya ini tidak terjadi kalau Bupati Deli Serdang dan para pejabat yang dipercaya oleh rakyat berpihak kepada rakyatnya.

“Bupati seharus nya menjalankan janji janji saat kampanyenya terdahulu sebelum dilakukan pemilihan oleh rakyatnya bukan yang memilih dan memenang kan Bupati waktu itu bukan para pengusaha,” pungkasnya.(Ir/Biro DS)

Loading...