Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News
Karena menjadi icon Kota Batam tak lengkap rasanya kalau tidak singgah di jembatan yang membentang sepanjang 54 Km. Banyak turis lokal dan mancanegara yang mengunjungi jembatan tersebut, walaupun hanya sebatas berfoto dan makan jagung. Tempat wisata jembatan barelang merupakan tempat wisata yang murah meriah dan tanpa ada pungutan uang masuk dan hanya membayar uang parkir kenderaan saja itupun sangat terjangkau. Salah seorang turis lokal yang diwawancarai mengaku bernama Ibu Halimah (45) mengatakan, Baru pertama datang ke jembatan barelang ini, ini kami semua rombongan dari sumatera barat ingin melihat keindahan jembatan barelang. Ini adalah tempat wisata yang murah meriah namun kita sepertinya ingin kembali kesini lagi nantinya, ucapnya.
Baca Juga:Wartawan yang berunit di Pemprovsu menyempatkan singgah di jembatan icon kota Batam dengan foto bersama.
di kawasan jembatan juga tersedia wisata kuliner yang menyediakan berbagai makanan khas Batam yang sulit ditemukan di tempat lainnya. Atau jika masih terasa kenyang, bisa berjalan-jalan di Plaza Barelang Batam atau outlet-ooutlet souvenir untuk membeli oleh-oleh khas Batam.
Selain mengabadikan keindahan jembatan lewat foto, juga bisa melakukan aktifitas memancing ikan dari pinggir pantai maupun tengah laut. Kalau ingin tinggal lebih lama, di sekitar kawasan Jembatan Balerang sudah terdapat banyak hotel dengan berbagai tarif dan fasilitas.
Diketahui, Jembatan yang membentang sepanjang 54 km ini sebenarnya memiliki nama “Jembatan Fisabilillah (I)†atau “Jembatam Satu”, yang diambil dari nama raja-raja yang pernah berkuasa di kawasan Melayu – Riau pada abad 15-18M. Sementara nama 5 jembatan lain yang menghubungkan antar pulau-pulau tersebut yakni Jembatan Nara Singa (jembatan II), Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III), Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV), Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V), dan Jembatan Raja Kecik (jembatan VI).
Konstruksi jembatan ini sengaja dibuat sedemikian rupa dengan cable-stayed bridge yang terlihat unik. Pembangunan Jembatan Barelang diprakarsai oleh BJ Habibie dengan melibatkan ratusan insinyur Indonesia yang berlangsung selama 6 tahun (1992-1998). Oleh karena itu, ada juga yang menyebut jembatan ini dengan sebutan “Jembatan Habibie”.
Selain mirip Golden Gate yang ada di San Fransisco, Califormia, Amerika Serikat, dalam ukuran mini, jembatan Barelang juga terlihat begitu menawan dengan latar belakang pemandangan laut yang berwarna biru dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya. Jembatan yang terlihat paling megah dan besar diantara lima jembatan lainnya di Batam ini berada di Jalan Jembatan II, Kelurahan Tambesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau. (W03)
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News
KPK Panggil Dua Eks Bupati, Otti Jangan Berhenti di Level Pelaksana, Bongkar Siapa Pengendali Proyek Jalan Sumut
News
Peserta PKA Angkatan III Kelompok Genap BPSDM Sumut  Studi Lapangan ke PT Transjakarta, Pelajari Inovasi Pelayanan Publik dan Kepemimpinan T
News
Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi
News
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
News
PKSS Perkuat Profesionalisme 7.943 Satpam Lewat Jambore dan Pendidikan Gada Pratama
News
Jalan Rp94,3 Miliar di Paluta Sudah Rusak Sebelum Tahun Anggaran Berakhir, GMPT Desak KPK Periksa Proyek Sipiongot
News
Pemprov Sumut Genjot Realisasi Pembangunan Daerah, Targetkan Tuntas Sebelum Akhir Tahun
News
Jakarta sumut24.co Media sosial sempat riuh oleh hujatan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Video siswa yang dilarikan ke puskes
News
Kompak Perangi Bandar Narkoba! Kejaksaan Padangsidimpuan Dapat BackUp JMSI, MUI dan Masyarakat
News