Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News
Baca Juga:Rombongan jurnalis Pemprovsu pada kunjungan studi banding pengayaan wawasan Wartawan pada Sabtu di Lagoi Bay (19/10/2019).
Lagoi Bay bukan tempat sembarang tempat wisata. Sehingga wisatawan yang berkocek sedikit sangatlah jarang mendatangi tempat wisata yang bertarap internasional tersebut.
Lagoi Bay ini seperti negara di dalam negara, karena semua kebutuhan resort, hotel dan penginapan serta pusat perbelanjaan ada semua di kawasan Lagoi Bay tersebut termasuk infraatruktur yang memadai. Tak tanggung-tanggung untuk menginap di resort yang ada di Lagoi Bay bertarif antara Rp 1,8 Juta s/d 140 Juta per malamnya, ucap Yani Capah Guide Wisata kepada Wartawan, Kemarin. ” Dulu Lagoi Bay hanya boleh dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, sementara turis lokal tidak diperkenankan karena ada pertimbangan-pertimbangan oleh pemilik resort, namun mulai 2010 barulah Lagoi Bay dibuka untuk umum, ucapnya.
memiliki destinasi pariwisata bertaraf internasional. Tak sedikit para wisatawan dari manca negara turun mengunjungi dan menikmati keindahan panorama pemandangan pantai Lagoi Bay Bintan.
Daerah pariwisata Bintan ini turut menjadi perhatian para rombongan jurnalis Pemprovsu pada kunjungan studi banding pengayaan wawasan Wartawan pada Sabtu (19/10/2019).
Terpantau tepi pantai Lagoi Bay terlihat ramai padat dikunjungi wisatawan yang berasal dari Singapore, Tiongkok dan negara Eropa lainnya sehingga kemacetan memasuki tempat wisata tersebut menjadi macet.
Ketertarikan para wisatawan luar ini diyakini karena fasilitas tempat wisatanya sangat fantastis dan menarik, begitujuga tepi pantainya rapi dan bersih juga tempat penginapannya sangat mendukung untuk yang berkocek tebal.
Hanya orang yang berkocek tebal lah yang bisa menikmati keindahan alam disini, ujar salah seorang pengemudi travel, mas Yogi kepada wartawan saat bincang bincang disekitar lokasi.
Kalau orang pribumi tak mampu menginap dilokasi pariwisata Bintan, karena keterbatasan biaya. Penginapan untuk satu hari satu malam disini biayanya mencapai 2 hingga Rp 140 juta rupiah, katanya.
Biaya bahan makanan dan minum juga sangat tinggi. Bahkan biaya menggunakan fasilitas untuk kenderaan juga membutuhkan uang dolar.
Menggunakan uang rupiah sangat jauh, karena transaksi uang tukar di tempat pariwisata ini menggunakan uang dolar singapura, terangnya.
“Itulah sebabnya wilayah wisata ini bertaraf internasional”, ujarnya lagi.
Sebenarnya banyak keuntungan yang didapat orang bintan, karena pemilik resort memprioritaskan warga setempat sebagai pekerjanya.(W03)
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News
KPK Panggil Dua Eks Bupati, Otti Jangan Berhenti di Level Pelaksana, Bongkar Siapa Pengendali Proyek Jalan Sumut
News
Peserta PKA Angkatan III Kelompok Genap BPSDM Sumut  Studi Lapangan ke PT Transjakarta, Pelajari Inovasi Pelayanan Publik dan Kepemimpinan T
News
Tajak 5 Sumur saat Pemulihan Pascabencana, Pertamina EP Rantau Buktikan Ketangguhan Pejuang Energi
News
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
News
PKSS Perkuat Profesionalisme 7.943 Satpam Lewat Jambore dan Pendidikan Gada Pratama
News
Jalan Rp94,3 Miliar di Paluta Sudah Rusak Sebelum Tahun Anggaran Berakhir, GMPT Desak KPK Periksa Proyek Sipiongot
News
Pemprov Sumut Genjot Realisasi Pembangunan Daerah, Targetkan Tuntas Sebelum Akhir Tahun
News
Jakarta sumut24.co Media sosial sempat riuh oleh hujatan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Video siswa yang dilarikan ke puskes
News
Kompak Perangi Bandar Narkoba! Kejaksaan Padangsidimpuan Dapat BackUp JMSI, MUI dan Masyarakat
News