Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
NewsMEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
- Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
- Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga saat ini dikatakan masih melakukan pengembangan kasus suap anggota dan pimpinan DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan nilai Rp 61 miliar lebih. Dan tidak menutup kemungkinan akan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.
Kepada SUMUT24, Selasa (1/11) melalui pesan WhatsApp yang dikirimkannya, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati menyampaikan, terkait dengan hal ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Dan hingga saat ini, penyidik KPK masih terus menelusurinya.
“Masih dimungkinkan pengembangan kasus tersebut. Saat ini, penyidik masih terus menelusuri kasusnya,” sebutnya dalam pesan tersebut.
Ditanya, apakah hal tersebut berarti pihaknya akan menetapkan tersangka baru selain para tersangka yang ttelah ditetapkan sebelumnya. Yuyuk menuturkan, tentunya kalau ada bukti yang cukup untuk penetapan tersangka yang baru.
“Kalau ada bukti yang cukup untuk penetapan tersangka. Kalau gak ada bukti, bagaimana mau menetapkan tersangka yang baru,” ungkapnya.
Sebelumnya, mantan Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho, kembali menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, terkait kasus pemberian uang suap, terhadap anggota dan pimpinan DPRD Sumatera Utara, Senin (31/10) kemarin.
Sidang yang diketuai oleh majelis hakim Didiek Handoyo itu, menghadirkan Gatot sebagai terdakwa, telah memberikan suap terhadap anggota dan pimpinan DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 dengan nilai yang sangat fantastis, Rp 61 Miliar lebih.
Jaksa Penuntut Umum Irene Putri dari KPK menyampaikan, kalau sidang Gatot kali ini terkait kasus penyuapan terhadap anggota dan pimpinan DPRD Sumut pada pengesahan LPJP APBD Provinsi Sumut tahun anggaran 2012, dan pengesahan terhadap APBD-P Provinsi Sumut 2013. Selain itu, juga pengesahan APBD Provinsi Sumut 2014, pengesahan terhadap LPJP APBD Provinsi Sumut 2014 dan pengesahan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur 2014. Sedangkan satu pembatalan yakni Pembatalan Pengajuan Hak Interpelasi 2015.
“Semua anggota termasuk pimpinan DPRD Sumut pada periode 2009-2014 dan 2014-2019 menerima uang dari pemberian Gatot dengan jumlah yang bervariasi dan meningkat setiap tahunnya,” ujar Irene.
Disebutkannya, modus yang dilakukan para pimpinan dewan dengan menemui Sekda dan pejabat SKPD Pemprovsu, untuk menyiapkan uang memuluskan proses pengesahan APBD.
Sidang saat itu ditunda hingga pekan depan, dengan agenda mendengarkan keberatan terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum (eksepsi) yang akan disampaikan melalui penasehat hukumnya. Untuk kasus ini, para pimpinan dewan yang terkait dalam kasus ini sudah menjalani proses persidangan di Jakarta. (W01)
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota
Camat Medan Amplas Pimpin Upacara di TPI, Bagikan 640 Bingkisan untuk Siswa
kota
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota