Medan | SUMUT24
Baca Juga:
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Lodewyk diwakili Kasdam Brigjen TNI Tiopan Aritonang mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi maka sifat dan karakteristik perang telah bergeser dari perang konvensional ke arah jenis baru.
“Saat ini kemungkinan terjadinya perang konvensional antardua negara semakin kecil. Perang masa kini yang perlu diwaspadai Indonesia adalah jenis baru, salah satunya proxy war, yakni menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berperang,” kata Pangdam saat memberikan kuliah umum bertema “Proxy War†di depan 200 mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab), di Gedung Maktab 313 Unpab, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Medan, Selasa (25/10).
Menurut Kasdam proxy war atau perang proksi tidak melalui kekuatan militer, melainkan perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui politik, ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum.
“Perang proksi merupakan sebuah konfrontasi antardua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal. Dalam perang proksi tidak bisa terlihat siapa lawan dan siapa kawan. Dilakukan non state actor, tetapi dikendalikan pasti oleh sebuah Negara,” tandas Pangdam.
Rektor Unpab H Muhammad Isa Indrawan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kasdam I/BB yang bersedia memberikan kuliah umum di depan mahasiswa. Kuliah umum ini, katanya, sangat penting, karena salah satu poros utama bangsa adalah mahasiswa yang wajib mengetahui adanya ancaman-ancaman terhadap bangsa.
“Mahasiswa Unpab sangat beruntung mendapat pencerahan dari sumber yang tepat, yakni Kasdam I/BB yang menceritakan tentang kondisi negara khususnya ancaman perang proksi. Kami berharap, kegiatan seperti ini terus menerus dilakukan sehingga mahasiswa mendapat informasi terbaik dari sumber yang tepat,” kata rektor. (R05)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News