Jumat, 13 Februari 2026

PT Harus Vokasi Mutu dan Jumlah

Administrator - Kamis, 15 September 2016 09:17 WIB
PT Harus Vokasi Mutu dan Jumlah

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto meminta agar pendidikan tinggi (PT) vokasi di Sumatera Utara diperbanyak dan perbaiki kurikulum.

“Saat ini pemerintah akan memprioritaskan penambahan perguruan tinggi vokasi serta peningkatan mutu agar menghasilkan tenaga terampil siap pakai,” kata Dian Armanto di kantor Kopertis Wilayah I Sumut Jalan Setia Budi Medan, Rabu (14/9).

Disebutkan Dian, harapannya itu menyikapi permintaan Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Dr Ir Patdono Suwignyo pada pertemuan 14 Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Kopertis dari seluruh Indonesia di Solo belum lama ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Agustus 2014 tercatat 9,5% pengangguran di Indonesia merupakan alumni perguruan tinggi, termasuk di antaranya lulusan bergelar sarjana. Terjadinya pengangguran terdidik ini, salah satunya disebabkan karena tidak sesuai kompetensi para lulusan terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri.

Menurut Dian Armanto, kini trend perusahaan lebih mengutamakan lulusan diploma atau yang langsung siap kerja untuk membutuhkan tenaga kerja karena dalam pendidikannya lebih banyak praktek.

Untuk itu dia meminta agar perguruan tinggi vokasi agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikannya dengan lebih menambah kurikulum praktek sebanyak 70 persen dan 30 persen teori.

Selain itu Dian juga mengimbau agar pendidikan vokasi di Sumut meningkatkan kompetensi sumber daya manusia atau dosen, kurikulum dan sarana serta prasarana seperti fasilitas praktikum dan menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri.

Di sejumlah negara, seperti Singapura, Jepang, Tiongkok dan lainnya, kata Dian, program pendidikan vokasi menjadi prioritas untuk membangun sistem kerja yang sukses memasuki persaingan global.

“Jadi tidak heran negara tersebut sukses membangun ekonomi dengan memanfaatkan program berbasis keterampilan kerja dalam pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja ahli di berbagai bidang,” ujar Dian.

Diakui Dian, di Indonesia saat ini masih terjadi miskomunikasi dan kesenjangan antara perguruan tinggi dan industri. Bahkan selain terjadinya pengangguran terdidik juga hasil riset atau penelitian dari perguruan tinggi itu enggan dipergunakan dunia usaha dan industri.

“Ke depan kita harapkan perlu ada penyamaan pemahaman bagi lulusan perguruan tinggi vokasi kepada dunia usaha dan industri, sehingga akan terjadi saling membutuhkan,” ungkap Dian Armanto.

Dian juga menyebutkan dari hasil pertemuan itu Dirjen meminta agar perguruan tinggi akademik bisa dikurangi jumlahnya dan pendidikan tinggi vokasi ditingkatkan jumlah dan mutunya.Sebab, universitas atau perguruan tinggi akademik untuk mengembangkan ilmu. Sedangkan pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga terampil. (R05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Ramadan 1447 H, PT SJA Salurkan 200 Kotak Air Mineral untuk 13 Masjid di Perbaungan
Empat Bulan Terakhir, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Perjudian, 62 Tersangka Diamankan
Empat Bulan Terakhir, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Perjudian, 62 Tersangka Diamankan
Waketum PKB Ida Fauziyah Kukuhkan Kepengurusan DPW PKB Sumut, PKB Kawal Demokrasi dan Pembangunan SDM
Digerebek di Jalan Sisingamangaraja, Pria 51 Tahun Ditangkap dengan 54 Gram Ganja oleh Polres Padangsidimpuan
RKPD 2027 Paluta Digeber! Bupati Reski Basyah Gaspol Bangun SDM Unggul dan Ekonomi Inklusif
komentar
beritaTerbaru