Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Medan | Sumut24
Baca Juga:
- Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
- Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
- Rayakan Peluncuran ‘ARIRANG’, Spotify dan BTS Hadirkan Berbagai Pengalaman Imersif dan Kegiatan Eksklusif untuk Fans
Pasar tradisional mulai ditinggalkan masyarakat. Sejumlah pasar terutama yang dikelola Pemko Medan mulai sepi pengunjung. Seperti di Pasar Sikambing Medan, Pasar Pringgan, Pasar Petisah.
Kehadiran pasar pendamping di lingkungan Pasar resmi ternyata, berkontribusi. Karena masyarakat lebih memilih belanja di pasar informal, diluar Pasar resmi.
Ulfa, warga Kapten Muslim, mengaku memang suka berbelanja di pasar tradisional. “Saya itu, suka belanja di pasar tradisional. Biasanya di Pasar Sikambing, karena dekat rumah. Asyiknya belanja di pasar itu, bisa tawar menawar,”ujarnya.
Pasar yang biasa tempat dia belanja ternyata, bukan pasar resmi yang dikelola Pemko Medan. “Belanjanya itu, bukan yang keramik lantainya. Dibelakangnya, kalau hujan becek,”ujarnya.
Ulfa menuturkan, alasan kenapa dia memilih belanja di tempat tersebut. Selain harganya yang lebih murah tenyata pedagang juga lebih ramah. “Saya suka belanja di sana, karena harganya. Terus tawar menawar itu. Berbeda kalau di dalam yang lantainya keramik, kalau kita tawar merepet,”ujarnya.
Hal tersebut akunya, membuatnya tidak nyaman untuk berbelanja. Berbeda dengan warga Medan lainnya, Elvi warga Jalan Pelita I ini mengaku tidak terlalu suka berbelaja di Pasar Tradisional. Dia mengaku tidak nyaman belanja di Pasar tradisional.
“Kalau belanja di pasar tradisional itu, ngak nyaman. Kadang beceklah, terus harganya harus pandai-pandai menawar. Saya itu, kalau belanja paling jarang mau nawar,”ujarnya.
Misalnya sebutnya belanja kebutuhan dapur seperti cabai, bawang. “Pokoknya belanja di satu tempat saja, cuman bilang setengah kilo tanpa pernah nanya harga,”ujarnya.
Tidak hanya untuk kebutuhan dapur, untuk membeli Pakaian juga Elvi mengaku bingung. Misalnya di Pasar Petisah. “Kalau disana, saya suka ke sasar, tidak tahu pintu keluar. Belum lagi harganya yang kadang sesuka pedagang, kita harus pande-pande dan nekat nawar setengah harga, kalo nggak ketipu,”ujarnya.
Mulai berkurangnya tingkat kunjungan masyarakat ke pasar tradisional diamini pedagang. Misalnya saja, di Pasar Petisah, beberapa tahun lalu, ratusan masyarakat mengunjungi tempat itu. Mereka tidak hanya kota Medan, namun luar kota juga.
Namun belakangan ini, jumlah ini semakin merosot. Seperti pengakuan Fadhli, pedagang yang berada dilantai II mengatakan, saat ini rata-rata tingkat kunjungan masyarakat hanya dikisaran 75 orang.
Terbukanya transportasi udara dari semua provinsi dengan tujuan Jakarta juga dinilai memberkan kontribusi. Disamping semakin menjamurnya toko-toko online.
“Sejak tiga tahun terakhir pasar tidak bisa diprediksi. Sekarang persaingan semakin kritis. Kalau dulu, kebanyakan orang belanja dari Aceh lebih dominan ke Medan. Sekarang sudah banyak yang langsung belanja ke Jakarta. Pelancong dari negara lain juga,”ujarnya.
Kondisi ini membuat pedagang harus memutar strategi. Sehingga bisa bertahan dan konsumen tetap datang berbelanja.(W04)
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota
Camat Medan Amplas Pimpin Upacara di TPI, Bagikan 640 Bingkisan untuk Siswa
kota
Pengamat Kritik Keras Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
kota
Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD,Bobby Nasution Paparkan Peningkatan Makro Ekonomi Sumut
kota