Baca Juga:
Serdang Bedagai|Sumut24
Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman kembali meluncurkan buku dengan judul “Surat Dari Medanâ€. Buku yang mengisahkan tentang perubahan zaman ke zaman tersebut dilounching dan dibedah olehnya dihadapan puluhan guru di Kabupaten Sergai bertempat di SD Negeri 104303 Kampung Ibus Sei Rampah, Senin (25/11).
Bupati Soekirman mengatakan, buku berjudul “Surat Dari Medan†ini merupakan ungkapan rasa syukur yang dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Buku ini disusun dan selesaikan di saat dirinya tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci.
“Buku ‘Surat Dari Medan’ ini adalah salah satu napak tilas komunikasi penulis dengan banyak pihak. Surat-surat yang ada di buku ini adalah yang selamat tersimpan dalam arsip. Namun lebih banyak lagi surat yang telah hilang, tercecer, tak terselamatkan,â€ungkapnya.
Dikatakan, Bupati, bahwa buku “Surat Dari Medan†ini tidak sehebat surat surat RA Kartini, yang disusun oleh Ny Abendanon di negeri Belanda, atau surat-surat dari Sumatera yang di tulis Van De Verde 1987.
Akan tetapi, lanjutnya, Variasi catatan dan rentang masa dari sejak zaman penjajahan, zaman merdeka, Zaman orde Lama, zaman Orde Baru, Zaman Orde Reformasi, hingga zaman milenial 4.0 dapat di nilai sebagai suatu record literasi dari daerah.
“Mengapa buku ini layak dibaca? Karena di dalamnya terdapat pemikiran yang terjadi pada zaman yang berbeda, diskusi dan polemik pemikiran menjadi alasan kuat buku ini sangat layak di baca. Mudah-mudahan dengan terbitnya buku Surat dari Medan, dapat menambah khazanah pemikiran dan modal pembangunan literasi bagi generasi muda bangsa kita Indonsia,â€ujarnya.
Lounching dan bedah buku tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sergai H Darma Wijaya, Kajari Sergai Paian Tumanggor SH, Wakapolres Sergai, Kepala Dinas Kominfo Drs H Akmal, AP, M.Si, serta para Kepala OPD, Camat, Kepala Bank Sumut cabang Sei Rampah, FKUB Sergai, penggiat pendidikan, Dewan pendidikan serta puluhan guru.(Bdi)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News