Baca Juga:
Tebingtinggi|Sumut24
Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-74,Hari Kesehatan
Nasional (HKN) dan HUT Korpri Ke -48 di kota Tebingtinggi berlangsung
khidmat dengan pembina upacara Wali Kota Ir.H Umar Zunaidi Hasibuan
dan ditandai dengan pennadatanganan MoU anatara Dinas Pendidikan
Tebingtinggi dan BPJS Ketenaga Kerjaan,pemberian penghargan,buku
bacaan,serta santunan kepada peserta BPJS Ketenagaan Kerjaan yang
meninggal,Senin ( 25/11) di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Tebingtinggi
Turut hadir Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD)
Tebingtinggi,Wakil Wali Kota Ir.H Oki Doni Siregar,Pj.Sekdako
H.Marapusuk Siregar,SH,Pimpinan OPD,Kacab BPJS Ketenaga Kerjaan
Tebingtinggi,Camat dan Lurah se kota Tebingtinggi,ASN,Kasek
SMA/SMK/SMP/SD se kota Tebingtinggi
Aamanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadhim
Anwar Makarim yang dibacakan Wali Kota Tebingtinggi mengatakan,bahwa
peringatan Hari Guru Nasional 2019,biasanya tradisi hari guru dengan
kata-kata inspiratif dan retrorika
Dikatakan Nadhim,bahwa tugas guru adalah yang termulia dan sekaligus
yang tersuit.Selain itu.guru ditugasi untuk membentuk masa depan
bangsa,tetapi sering diberi aturan dibandingkan pertolongan.â€Guru
ingin membantu murid yang tertinggal dikelas,tetapi waktu guru
tersebut habis untuk mengerjakan tugas administratur tanpa manfaat
yang jelas†amanat tertulis Mendikbud Nadhim Makarim dibacakan Wali
Kota Tebingtinggi
Diakuinya,bahwa guru tahu betul potensi anak tidak dapat diukur dari
hasil anak ujian,tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak
berbagai pemangku kepentingan.Guru ingin mengajak murid keluar dari
kelas,dari dunia sekitarnya,tetapi kurikulum yang begitu padat menutup
pintu petualangannya dan guru frustasi karena tahu bahwa di dunia
nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan
anak bukan kemampuan menghafal.
Disamping itu,Guru tahu,bahwa setiap anak memiliki kebutuhan
berbeda,tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai
prinsip dasar dari birokrasi.Guru ingin setiap anak terinspirasi
,tetapi guru tidak diberikan kepercayaan untuk diberi berinovasi
.â€Saya tidak akan membuat janji-jnaji kosong kepada guru,perubahan
adalah hal yang tersulit dan penuh dengan ketidaknyamanan,tapi satu
hal yang pasti ,saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di
Indfonesia†Kata Mendikbud disampaikan Wali Kota Tebingtinggi
Namun,perubahan tidak diawali dari atas saja,semua berawal dan
berakhir dari guru.Jangan menunggu aba-aba dari atas,semua berawal dan
berakhir dari guru .Jangan menunggu aba-aba ,jangan menunggu
perintah,ambillah langkah pertama ,besok dimanapun anda berada lakukan
perubahan kecil dikelas anda.ajak lha kelas berdiskusi ,bukan hanya
untuk anak mendengar ,berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar
dikelas.sisihkan proyek bakti sosial yang melibatkan semua kelas
.Temukan sesatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan
tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan (TAV)
Keterangan foto : Kadisdik Tebingtinggi,Drs.H.Pardamean Siregar,MAP
dan Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan tandai tangan MoU disaksikan Wali
Kota,Kapolres dan Kajari (Sumut24/Tavip Nasution)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News