Sabtu, 28 Maret 2026

Peringatan HGN Ke-74 di T.Tinggi Khidmat

Administrator - Senin, 25 November 2019 13:07 WIB
Peringatan HGN Ke-74 di T.Tinggi Khidmat

 

Baca Juga:

Tebingtinggi|Sumut24

Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-74,Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan HUT Korpri Ke -48 di kota Tebingtinggi berlangsung khidmat dengan pembina upacara Wali Kota Ir.H Umar Zunaidi Hasibuan dan ditandai dengan pennadatanganan MoU anatara Dinas Pendidikan Tebingtinggi dan BPJS Ketenaga Kerjaan,pemberian penghargan,buku bacaan,serta santunan kepada peserta BPJS Ketenagaan Kerjaan yang meninggal,Senin ( 25/11) di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Tebingtinggi

Turut hadir Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Tebingtinggi,Wakil Wali Kota Ir.H Oki Doni Siregar,Pj.Sekdako H.Marapusuk Siregar,SH,Pimpinan OPD,Kacab BPJS Ketenaga Kerjaan Tebingtinggi,Camat dan Lurah se kota Tebingtinggi,ASN,Kasek SMA/SMK/SMP/SD se kota Tebingtinggi

Aamanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadhim Anwar Makarim yang dibacakan Wali Kota Tebingtinggi mengatakan,bahwa peringatan Hari Guru Nasional 2019,biasanya tradisi hari guru dengan kata-kata inspiratif dan retrorika

Dikatakan Nadhim,bahwa tugas guru adalah yang termulia dan sekaligus yang tersuit.Selain itu.guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa,tetapi sering diberi aturan dibandingkan pertolongan.”Guru ingin membantu murid yang tertinggal dikelas,tetapi waktu guru tersebut habis untuk mengerjakan tugas administratur tanpa manfaat yang jelas” amanat tertulis Mendikbud Nadhim Makarim dibacakan Wali Kota Tebingtinggi

Diakuinya,bahwa guru tahu betul potensi anak tidak dapat diukur dari hasil anak ujian,tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.Guru ingin mengajak murid keluar dari kelas,dari dunia sekitarnya,tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangannya dan guru frustasi karena tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak bukan kemampuan menghafal.

Disamping itu,Guru tahu,bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda,tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar dari birokrasi.Guru ingin setiap anak terinspirasi ,tetapi guru tidak diberikan kepercayaan untuk diberi berinovasi .”Saya tidak akan membuat janji-jnaji kosong kepada guru,perubahan adalah hal yang tersulit dan penuh dengan ketidaknyamanan,tapi satu hal yang pasti ,saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indfonesia” Kata Mendikbud disampaikan Wali Kota Tebingtinggi

Namun,perubahan tidak diawali dari atas saja,semua berawal dan berakhir dari guru.Jangan menunggu aba-aba dari atas,semua berawal dan berakhir dari guru .Jangan menunggu aba-aba ,jangan menunggu perintah,ambillah langkah pertama ,besok dimanapun anda berada lakukan perubahan kecil dikelas anda.ajak lha kelas berdiskusi ,bukan hanya untuk anak mendengar ,berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar dikelas.sisihkan proyek bakti sosial yang melibatkan semua kelas .Temukan sesatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan (TAV)

Keterangan foto : Kadisdik Tebingtinggi,Drs.H.Pardamean Siregar,MAP dan Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan tandai tangan MoU disaksikan Wali Kota,Kapolres dan Kajari (Sumut24/Tavip Nasution)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rani Sihombing Rilis Lagu Baru, “Telepon Tonga Borgin"
Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
komentar
beritaTerbaru