Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Baca Juga:
PALAS | SUMUT24
Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas menggelar acara sosialisasi ‘Pengawalan dan Evaluasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun’ di Aula Hotel Al-Marwah Sibuhuan, palas. Rabu, (19/11).
Hadir dalam acara sosialisasi yang di Fasilitasi Dinas Perkebunan Provinsi Sumatra Utara melalui Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas tersebut adalah Kadistan Palas Ir. Abdullah, Kabid Perkebunan distan Palas Insan Muliadi Harahap, SP, Kasi perkebunan distan palad Julian S.pkp, perwakilan dari Perkebunan se-palas, DPD Samade Kabupaten Palas, DPD Apkasindo Palas, pimpinan Bank BRI, Bank Sumut, Bank BNI, Bank Mandiri Cabang Sibuhuan, Pimpinan/Humas PT Val, PT KAS, PT SH.
Kadishutbun Sumut yang diwakili oleh Ibu Lies Handayani Siregar M.MA, Kabid Produksi dan Pengembangan, Kepala B2P2TP Medan yang diwakili oleh Bapak Manipo Simamora, perwakilan Kapolsek Barumun, Danramil 08/Barumun, Ka Unit KPH wilayah VII kab. Palas, Para Camat, Kepala BPP Kecamatan, kepala Desa serta seluruh, Kelompok Tani Se-palas, dan undangan lainnya.
Arahan dan Sambutan Kadistan Palas Ir. Abdullah menyampaikan, Kegiatan sosialisasi ini dengan tujuan diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan, kemandirian, peningkatan produksi kelapa sawit, kata kadistan palas Ir. Abdullah.
“Aspek kehidupan masyarakat di palas, yang sehari-harinya banyak bergantung sebahagian besar mata pencarian dari sektor perkebunan kelapa sawit, ”
Secara garis besar di tahun 2018 kabupaten palas memiliki luas perkebunan +_ 121.636,13 HA Merupakan luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh perusahaan swasta nasional, BUMN, dan perkebunan milik rakyat, ungkap Kadis.
Ditambahkan kadis, luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Swasta Nasional dan BUMN dengan luas 87.711, 13, HA, sedangkan kebun yang dimiliki masyarakat /rakyat kurang lebih sekitar 33.925 HA, karena itu penting agar petani kelapa sawit diberdayakan kemampuannya dan dibantu sarana dan prasarana sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktifitas kebun yang lebih baik.Dimana perkebunan rakyat di palas merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus ditopang dengan dukungan kebijakan pemerintah. Kata kadis.
Pelaksanaan petemajaan sawit rakyat di palas yang bersumber dari dana BPDKS dengan tujuan untuk meningkatkan produksivitas perkebunan rakyat di kabupaten palas. Kata kadistan.
Kadistan berharap kedepannya, sangat diperlukan upaya peningkatan pola pikir dari tradisional ke petani modern yang berbasis wawasan agribisnis.
Sejalan dengan itu, perkebunan kelapa sawit telah berkembang tidak hanya diusahakan oleh negara, tetapi juga perkebunan swasta dan rakyat melalui pola perkebunan inti rakyat (PIR), karena rendahnya produktivitas yang disebabkan umur tanaman sudah tua, bahan tanaman tidak unggul (Illegitim) diperlukan upaya penggantian tanaman melalui peremajaan (Replanting), sebut kadistan.
Dijelaskan kadistan palas, pada tahun 2018 kabupaten padang lawas memiliki target 1.500 Ha, Realisasinya sudah tercapai 504,2597 Ha, selanjunya di tahun 2019 ini memiliki target 2.102 Ha, saat ini masih tahap verivikasi direktorat jenderal perkebunan seluas 206,3 Ha, dimana realisasi tahun 2018 saat ini sudah mencapai proses pelaksanaan tumbang Chipping dan Luku 1 dan Luku 2. Tegas kadistan palas.
Pemerintah kabupaten palas sangat bersyukur dengan adanya program kegiatan sosialisasi peremajaan sawit rakyat ini, dengan harapan pemerintah kedepannya, perkebunan di kabupaten padang lawas menjadi contoh tetbaik model perkebunan yang ada, sehingga contoh ini menjadi modal bagi dukungan pemerintah secara keseluruhan untuk kemandirian, kedaulatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit.
Semoga soaialisasi peremajaan kelapa sawit rakyat ini, dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya dan mendapat ridho dari-nya. Pungkas kadistan.
Sementara, Ibu Lies Handayani Siregar M.MA Kabid Produksi dan Pengembangan dari disbun provsu menyampaikan, luas keseluruhan kelapa sawit tahun 2017 disumut mencapai luas 1,256,808,80 Ha, produksi 20,095,708,04 Ha. Untuk Luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat disumut tahun 2017 mencapai luasnya 429,261,13 Ha, TBM 47.395,04Ha, TM 378,357,31 Ha, TTM 3,509,96 Ha, dengan hasil produksi 6.621,409,42 Ton, Protas TBS 17,500 Ton/Ha, MS 3,580 Ton/Ha.
Untuk sentra produksinya meliputi kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai Simalungun, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Batubara, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal. Kata Lies Handayani.
Komponen yang dibiayai dari BPDP-KS ditahun 2019 ini meliputi komponen peremajaan sawit tahap awal sebesar 25 juts/Ha, sarana dan prasarana yakni benih, pupuk, pesitisida, alat pasca panen dan pengolahan serta jalan kebun, hal tersebut mengacu kepada persiapan lahan, pengadaan benih, penanaman, pengadaan benih, pemeliharaan, dan kegiatan pendukung keberhasilan peremajaan. Kata Ibu Lies.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala B2P2TP Medan yang diwakili oleh Bapak Manipo Simamora menambahkan bahwa, simplifikasi petsyaratan PSR mengacu kepada yang semula 14 syarat menjadi 8 syarat sesuai permentan no. 07 tahun 2019, pasal 43, ayat 1 yakni: kelembagaan pekebun, minimal 50 Ha dengan radius 10 KM, KTP, KK dan suket dari disdukcapil, rwkening bank aktif, STDB / Suket kesanggupan menyelesaikan STDB, kepemilikan lahan tidak dalam sengketa, legalitas lahan, SK calon penerima dan Calon Lokasi, kata Bapak Manipo Simamora.
Lebih lanjut, manipo menerangkan proseduralnya. Mekanisme untuk penerbitan Rekomendadi Teknis dan SK CP/CL bermula dilakukan secara manual dan berjenjang, menjadi data online dan terintegrasi antar stakeholder, online sistem memangkas waktu proses pengiriman dokumen dan verivikasi pengajuan melalui jalur daring (online) Dengan web http://program-psr.bpdp.or.id. untuk yang sudah terbit rekomendasinya dilakukan proses migrasi kedalam aplikasi secara online. Kata manipo.
Selanjutnya, fengan adanya Tim Terintegrasi mempetcepat atau mendorong pelaksanaan verivikasi secara cepat, kemudian mendorong petan surveyor dalam melakukan pendmpingan poktan/gapoktan/kopetasi serta kelembagaan pekebun lainnya. Sebut manipo.
“Dengan adanya sosialisasi ini dengan dukungan dari pemerintah diharapkan kedepannya para petani sawit bisa sejahtera,†ujar Manipo.
Ketika dimintai tanggapannya salah satu ketua Kelompok Tani Sohar Batubara mengatakan bahwa, “terkait adanya kegiatan ini sangat membantu kami para petani sawit, dan kami sangat merasa senang dengan adanya kegiatan ini akhirnya kami tau bagaimana caranya untuk mendapatkan bantuan replanting, dan kami juga berterima kasih kepada Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pertanian Kabupaten padang lawas yang telah membuat kegiatan ini,†tutup Pak Batubara. (RAS)
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
kota
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
kota
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
kota
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
kota
Layanan Payroll BRI Memberi Kemudahan Transaksi Perbankan Dilingkungan Perusahaan
kota
Perkuat Sinergi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Kerja ke STA Group
kota
sumut24.co MedanDitengah hangatnya suasana Idulfitri 1447H, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan dari Komandan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
kota
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap berharap sinergi antara Pemko Medan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat
kota