Sabtu, 28 Maret 2026

Tambang Emas Ilegal Marak, Bupati Madina Minta Bantuan Pusat

Administrator - Rabu, 20 November 2019 16:07 WIB
Tambang Emas Ilegal Marak, Bupati Madina Minta Bantuan Pusat

 

Baca Juga:

MADINA | SUMUT24

Aktivitas pertambangan emas illegal di Mandailing Natal semakin mengkhawatirkan setelah beberapa bayi lahir dalam keadaan tidak normal. Diduga terjadi karena terpapar merkuri. Dalam kurun waktu dua tahun enam ada bayi lahir abnormal.

Hasil diagnosa bayi menunjukkan cacat bawaan. Dalam istilah medis dikenal antara lain usus keluar dari perut tepat di pusar (omphalocele), cacat tabung saraf (Anencephali), Bayi lahir dengan satu mata (Cyclopia), dan Usus berada di luar (Gastroschicis).

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution membenarkan soal keberadaan tambang emas ilegal yang beroperasi di daerahnya. Bahkan, ia menyebut, jumlahnya cukup banyak. Meskipun tambang-tambang ini letaknya tersmbunyi.

“Tambang ilegal banyak, tapi cuma karena tidak di satu tempat sehingga tidak kelihatan benar. Tapi yang jelas itu sudah menjadi perhatian kita semua,” tegas Dahlan.

Ia pun meminta bantuan pemerintah pusat untuk mencari solusi persoalan ini. “Nggak hanya Pemkab Madina, Pemprov Sumut, barangkali harus pemerintah pusat. Sehingga ini bisa segera kita berhentikan dan carikan jalan keluarnya,” ucap Dahlan.

Dahlan langsung memerintahkan pejabat di jajarannya untuk melarang tambang ilegal yang beroperasi. Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: 540/3521/TUPIM/2019 tentang Pertambangan Liar di Kabupaten Mandailing Natal tertanggal 18 November 2019.

Larangan itu terbit menyusul kasus enam bayi yang lahir abnormal. Masih kata dia, tambang-tambang itu dikelola oleh masyarakat.

Sehingga, semua memakai peralatan yang tidak memikirkan lingkungan. “Selama Madina ini ada, kan tidak ada lahir seperti itu,” ungkap Dahlan.

“Kalau imbauan sudah berkali-kali dibuat. Mulai dari pemuka agama, melalui tokoh adat sudah berulang kali di dalam ceramah-cermanah juga suda saya buat,” sambungnya.

Dahlan menambahkan, dalam waktu dekat Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan pihak BNPB segera ke sana. “Saya dengar Pak Gubernur mau kemari dan Kepala BNPB pusat. Untuk mengecek dan mencari solusinya,” tambahnya. (Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
Layanan Payroll BRI Memberi Kemudahan Transaksi Perbankan Dilingkungan Perusahaan
komentar
beritaTerbaru