Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Baca Juga:
Serdang Bedagai|Sumut24
Menyikapi permasalahan isu yang menyebutkan bahwa ikan laut tercemar dan tidak aman dikonsumsi akibat bangkai babi yang terserang virus Hog Cholera, beberapa Kepala OPD di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Pemprovsu menggelar makan ikan bersama di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin, Senin (19/11).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat bahwa tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai.
Adapun beberapa Kepala OPD tersebut diantarayakni Kadis Kominfo Drs. H. Akmal, AP, M.Si, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, Kadis Kelautan Perikanan Sri Wahyuni Pancasilawati S.P, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, Kadis Ketapang M. Aliuddin, SP, Kepala BPBD Henri Suharto, drh. Yusranaria Panjaitan dan Rustiati Harahap perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu.
“Kegiatan ini, guna memastikan bahwa ikan laut aman untuk dikonsumsi. Jadi, isu yang menyebutkan ikan laut tercemar dan tak aman dikonsumsi, hanya info sesat yang diembuskan oknum tak bertanggungjawab,â€ujar Kadis Kominfo Akmal M.Si.
Lebih lanjut disampaikan Kadis Kominfo, bahwa kegiatan makan ikan bersama yang diikuti oleh jajaran kepala OPD ini sebagai simbol, jika ikan yang ditangkap nelayan aman untuk kesehatan sekaligus menepis kabar bohong perihal terjangkitnya virus hog cholera terkontaminasi dengan ikan yang dipasarkan ke masyarakat.
“Jadi kami tegaskan, masyarakat jangan takut makan ikan. Karena tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera dengan konsumsi ikan pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai,â€ungkapnya.
Sedangkan Kadis Perikanan dan Kelautan Sri Wahyuni Pancasilawati S.P mengatakan, bahwa virus Hog Cholera hanya menyerang kepada babi tidak menular terhadap spesies lain. Jadi tidak ada hubungannya, apalagi ikan yang dikonsumsi masyarakat juga ditangkap jauh dari bibir pantai, yaitu sekitar 1-5 mil.
“Bangkai bangkai babi yang dibuang ini juga tidak sampai kelaut, seluruhnya tertahan di sungai. Jadi ikan ikan di laut tersebut aman untuk dikonsumsi,â€ujar Kadis Kelautan.
Sementara itu, ditempat yang sama, Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut mengkonsumsi ikan, karena penularan virus kolera babi tidak bisa terjadi pada manusia atau kepada hewan beda jenis.
“Konsumsi ikan masih aman. Untuk itu tak perlu mengurangi selera dalam mengkonsumsi ikan. Nutrisi dan gizi yang bersumber dari ikan masih sangat diperlukan,â€ungkapnya.
Usai melakukan makan ikan bersama, rombongan OPD bersama-sama melakukan monitoring Sungai Bedagai untuk memantau, mengamankan dan mengubur bangkai babi yang terapung di atas aliran sungai.(Bdi)
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
kota
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
kota
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
kota
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
kota
Layanan Payroll BRI Memberi Kemudahan Transaksi Perbankan Dilingkungan Perusahaan
kota
Perkuat Sinergi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Kerja ke STA Group
kota
sumut24.co MedanDitengah hangatnya suasana Idulfitri 1447H, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan dari Komandan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
kota
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap berharap sinergi antara Pemko Medan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat
kota