Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24 Pertamina bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BPP Mektan) Kementerian Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Deliserdang, menggelar program lanjutan Pelatihan Teknologi Produk Olahan Cabai kepada petani cabai binaan Pertamina di Kabupaten Deliserdang.
Kegiatan yang mengusung tema #MoveOnUKM ini dihelat selama tiga hari, sejak Rabu (13/11) hingga Jumat (15/11) di Stasiun Terminal Agribis, Kabupaten Deliserdang.
Pelatihan diikuti 16 orang petani cabai anggota kelompok Juli Tani binaan Pertamina dengan pelatih dari BPP Mektan mengajarkan penerapan teknologi penggunaan mesin penggiling, pengering dan penepung cabai.
Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo, mengatakan, pelatihan ini merupakan program lanjutan.
“Juli lalu, kami mengadakan pelatihan pengolahan cabai menjadi produk unggulan. Namun masih manual dan skala rumah tangga. Pelatihan lanjutan ini, menggunakan mesin sehingga bisa meningkatkan produksi produk olahan cabai,” kata Roby, Senin (18/11).
Dengan mesin penggiling, pengering dan penepung cabai ciptaan BPP Mektan, petani cabai mampu mengolah 20 kg cabai basah menjadi 3,1 kg bubuk cabai kering. Produk bubuk cabai ini sepenuhnya organik tanpa bahan pengawet dan mampu bertahan hingga 12 bulan.
Menurut DR. Ir. Harsono, M.P. selaku Perekayasa Madya BPP Mektan, Pelatihan kali ini lebih mengarah ke penerapan teknologi, dikarenakan nantinya akan mempermudah proses kerja petani cabai. “Pelatihan yang diajarkan oleh BPP Mektan mengenai Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian,” ucapnya.
Sementara itu Kabag Perekonomian Deliserdang, Putra Jaya Manalu, menyampaikan apresiasinya pada pihak-pihak yang memiliki kepedulian pada kemajuan petani. “Bapak ibu kelompok Juli tani harus memanfaatkan bentuk kepedulian ini dengan terus berinovasi. Jadilah petani dan pengusaha, dari hulu hingga hilir. Menghasilkan produk bernilai tambah,” pesannya.
Konsep pengembangan pertanian yang mulai dikembangkan pada saat ini adalah pertanian cerdas, juga disebut Smart Faming atau Precision agriculture. “Dunia saat ini telah memasuki era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan penggunaan mesin-mesin. Untuk itu SDM petani Indonesia harus disiapkan mulai dari sekarang,” kata Roby.
Susi, salah satu peserta pelatihan mengucapkan terima kasih kepada Pertamina. “Kami berterima kasih kepada Pertamina karena mendukung petani untuk mengolah cabai. Kami juga bersyukur bisa bergabung sebagai mitra binaan Pertaminaâ€, kata Susi. (C04)
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
kota
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
kota
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
kota
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
kota
Layanan Payroll BRI Memberi Kemudahan Transaksi Perbankan Dilingkungan Perusahaan
kota
Perkuat Sinergi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Kerja ke STA Group
kota
sumut24.co MedanDitengah hangatnya suasana Idulfitri 1447H, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan dari Komandan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
kota
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap berharap sinergi antara Pemko Medan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat
kota