Tragis dan Membuat Panik Tabrak Motor Lawan Arah Pengendara CRF Luka Bakar
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24
Di era industri 4.0 saat ini, merupakan senjakala media massa, khususnya cetak, di mana sejumlah media mengalami penurunan oplah atau tiras penjualan ke publik.
Demikian dikatakan Ketua PWI Sumut, Hermanshah, dalam kegiatan ‘Kemah Kerja Jurnalistik (KKJ) yang digelar Kantor Humas, Protokoler, dan Promosi USU di Niagara Parapat, Sabtu (16/11).
Menurut Herman, sapaan akrabnya, hal ini akibat maraknya media sosial (medsos) dan lainnya, sehingga menggerus keberadaan media cetak.”Kondisi ini merata mulai dari daerah hingga nasional, bahkan di internasional seperti di negara Korea Selatan,” katanya.
Dikatakannya, hal ini merupakan tantangan berat bagi media cetak untuk terus bertahan dan tetap terbit menyapa pelanggannya.
Karenanya agar media cetak bisa bertahan, di sejumlah negara maju termasuk Korea mereka mulai bermetamorfosis (berubah bentuk) , menciptakan kemampuan inovasi teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan seluruh proses bisnis korporasi.
Kondisi ini juga melahirkan fenomena industri baru dengan meleburnya batas antara berbagai jenis media massa seperti koran, majalah, radio, televisi dan film yang saat ini semuanya bisa hadir bersama dalam satu ruang yang difasilitasi internet melalui kemudahan akses digital.
“Kesemuanya disebut konvergensi media. Jika ini dilakukan, hal ini akan mengurangi tekanan derasnya digitalisasi di media 4.0,” katanya sembari menyatakan hal ini mendorong proses ketika teknologi mobile dan digital dengan mendorong industri media menuju arah baru untuk melakukan integrasi, sinkronisasi dan konglomerasi.
Kondisi ini, ungkapnya, menyebabkan ancaman pengangguran akibat otomisasi, kerusakan alam akibat eksploitasi industri dan maraknya hoax akibat mudahnya penyebaran.
Karenanya, lanjutnya, ke depannya perlu peningkatan SDM wartawan sebagai kunci menghadapi perubahan cepat era revolusi industri 4.0. Selain menyiapkan kemajuan teknologi juga mutlak pengembangan SDM.
“Wartawan juga dituntut tidak hanya kompeten, tetapi juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan cepat yang terjadi. Era distrupsi, transportasi menjadi penting. Perusahaan harus lebih adaptif terhadap perubahan yang sedemikian cepat guna menjawab fenomena “masa depan adalah hari ini”. Di era ini, daya adiktif lah yang menjadi kunci keberhasilan,” katanya.
Turut menyampaikan paparan Dekan Fisip USU Dr Muryanto Amin dan Denny S Batubara dari Berita satu TV.(C04)
Tragis dan Membuat PanikTabrak Motor Lawan ArahPengendara CRF Luka Bakar
kota
Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Bantu Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar
kota
Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI
kota
BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara
kota
BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara
kota
Layanan Payroll BRI Memberi Kemudahan Transaksi Perbankan Dilingkungan Perusahaan
kota
Perkuat Sinergi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Kerja ke STA Group
kota
sumut24.co MedanDitengah hangatnya suasana Idulfitri 1447H, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap menerima kunjungan dari Komandan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
kota
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap berharap sinergi antara Pemko Medan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat
kota