Jakarta I sumut24
Untuk melestarikan sekaligus menyosialisasikan kekayaan budaya asal
Sumatera Utara (Sumut) khususnya ulos dan kain tenun, digelar Festival
Ulos dan Kain Tenun Sumatera Utara 2019 digelar di Anjungan Sumut
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (16/11).
Baca Juga:
Festival yang mengusung tema “Merayakan Ulos, Mengingat Penenun dan
Merawat Peradaban” tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor
Badan Penghubung Daerah Provinsi Sumut Nursalim Affan Hasibuan yang
diwakili Plt Kasubbid Fasilitas Program Informasi dan Promosi Riza
Marina Darus.
“Dalam melestarikan kekayaan budaya lokal, sangatlah penting untuk
menjaga kekayaan budaya bangsa yang berfungsi untuk menguatkan
ketahanan moral masyarakat,â€sebut Nursalim dalam pidatonya.
Kegiatan festival ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun Badan
Penghubung Daerah Provinsi Sumut, dan tahun ini merupakan kali yang ke
tiga. Pada kegiatan ini mengupas makna, fungsi penggunaan dan
pemakaian Ulos dari Batak Toba, Uis dari Karo dan Kain Songket dari
Melayu dalam bentuk talk show.
Dalam acara talk show turut mengundang Retno Ayumi yang mewakili
pemerhati dan pelaku budayawan Melayu, Andreas Milala Sembiring
mewakili budayawan Batak – Karo dan DR HP Panggabean SH yang merupakan
Ketua Perwakilan DPP Kerabat Kerukunan Masyarakat Batak, sekaligus
budayawan Batak Toba dengan moderator Jesman Gultom dan Coan Puryanto
Purba.
Selain memamerkan beragam jenis Ulos, acara juga dirangkai pagelaran
tari cawan, dan fashion show dengan memperagakan busana 8 etnis daerah
Sumatera Utara yang diperagakan oleh 15 orang modeling, peragaan
busana pengembangan berbagai ulos yang dirancangan Martha Ulos.
Turut hadir staf ahli Koordinator Anjungan Taman Mini Indonesia Indah
Gunawan Wibisono, beberapa staf perwakilan anjungan di Taman Mini
Indonesia Indah, dan undangan lainnya. (W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News