Jumat, 27 Maret 2026

PEMKAB PALAS PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

Administrator - Kamis, 07 November 2019 13:42 WIB
PEMKAB PALAS PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

 

Baca Juga:

PALAS | SUMUT24

Pemkab Padang Lawas melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) mengusung Tema” Bersama kita bisa lawan polusi Udara” (beat air pollution). Peringatan dipusatkan di Halaman Kantor DLHK Palas Komplek Perkantoran SKPD Terpadu, Kecamatan Barumun, Kamis (7/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Padang Lawas, H. Ali Sutan Harahap, diwakili oleh, Sekretaris Daerah, Arpan Nasution, S.Sos, Ketua dan anggota DPRD Palas, Pabung polres Tapsel, pabung Kodim palas, Pimpinan OPD, Camat sepalas, perwakilan dari perusahaan di bidang industri, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas, Ir Maslan R, mengatakan tema dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu melawan polusi udara #BeatAirPollution. Tema tersebut diambil karena menggambarkan upaya untuk mengendalikan polusi udara dengan upaya untuk menata bumi menjadi lebih hijau.

Beliau juga memaparkan tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta sebagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang permasalahan dan solusi pencegahan pencemaran udara.

Sambutan Menteri LHK Dr. Ir. Siti Nurbaya , yang dibacakan Bupati Padang Lawas H. Ali Sutan Harahap, melalui Sekda Palas, Arpan Nasurion S.Sos menyampaikan, peringatan hari ligkungan hidup sedunia ini ditandai dengan peringatan Wor Healt ( WHO) tentang salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia yang tak lain adalah polusi udara.

“WHO menyatakan setiap tahun 7 juta orang meninggal, karena polusi udara, air, tanah, serta ekositem dibumi ini perlu untuk ditingkatkan dan dijaga,” jelas sekda.

Tercatat diseluruh dunia 9 dari 10 orang yang terpapar pencemaran udara yang betasal dari kenderaan bermotor, industri pertanian dan pembakaran sampah, sehingga tidak heran jika united nation environment menganfkat tema “beat ait polution” untuk memperingati hari lingkugan hidup sedunia.

Selain itu, sekda palas menyebutkan dalam relevansi tersebut, yaitu Biri langitku, hijau bumiku karena upaya tersebut sangat berkaitan upaya menata bumi menjadi lebih hijau.

Pembangunan fasilitas umum seperti kereta api komputer, busway, mass rapid transport ( MRT), light rapid transport ( LRT), bwrtujuan untuk mrngurangi polusi udara jelas, Sekda.

Pengendalian polusi udara diantaranya dengan penerapam bahan bakar yang lebih bersih, berpotensi menurunkan tingkat emisi CO sebesar 55 persen atau 280.721.8 ton pertahun, sedanfkan emisi sulfur dioksida dan sekaligus memberikan keuntungan ekonomi sebesar 1,970 trilyun dari pengurangan biaya produksi kenderaan bermotor antara pemakaian dalam negeri dan ekspor, serta penerapan pengurangan biaya subsidi selama 25 tahun. Ujar Arpan.

Kebijakan penggunaan biodiesel 20 persen yang lebih dikenal dengan B20, yang diperluas kenderaan non publik service obligation (PSO) untuk memberikan kontribusi dalam mengurangi emisi karbondioksida(CO2), 6 sampai 9 juta ton per tahun dibanding penggunaan solar murni (BO), yang berguna memperbaiki kualitas pembakaran kenderaan bermotor.

Selai itu kita juga memahami polusi udara akibat karhutla yang menyebabkan kerugian yang sangat besar pada tahun 2015, yang berhasil diatasi dengan kebijakan dan implementasi termasuk patroli terpadu manggala agni melaksanakan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat dilokasi yang rawan karhutla, serta berkoordinasi dengan dinas terkait didaerah, anggota TNI dan POLRI serta tokoh masyarakat formal, informal seperti masyarakat peduli api ( MPA). Sebut Sekda.

Untuk pemecahan karhutla yang menyentuh pada akar permasalahan dilakukan dengan penataan, pengelolaan ekosistim gambut, dimana penetapan Gambut seluas 24.14 juta hektar yang terdapat didalamnya sejumlah 865 unit kesatuan hidrologis gambut, seluas 3.111 juta hektar sudah berhasil dilaksanakan pemulihannya, di dalam lahan masyarakat melalui program kemandirian masyarakat berhasil dilaksanakan 8.382 hektar pada tahun 2018 yang lalu . Ungkap sekda.

Selanjutnya, hasil hadil tersebut dapat diukur dengan penurunan hotspot (indikasi Karhutla) sebesar 82 persen dari hotspot tahun 2015, dengan jumlah 21. 929 titik turun menjadi 3.915 titik tahun 2018, ( berdasarkan pantauan satelit NOAA) upaya bersama komponen pemerintah ini dan seluruh masyarakat tercermin dalam kualitas perbaikan indeks kualitad udara secara umum dari tahun 2015 – 2018, masih sangat baik dari 6 provinsi yang mengalami peninfkatan kualitas udara yakni provinsi riau, lampung, dkl jakarta, jawa timur, banten dan kalimantan selatan, papar sekda.

Seterusnya, kita masih perlu perhatian bersama untuk dki jakarta, jawa barat, jawa tengah yang perlu diwaspadai psncemaran udara akibat kenderaan bermotor, sedangkan wilayah pontianak, jambi, palangkaraya, palembang, adalah karhutla pada waktu waktu tertentu, sejak tahun 2015 telah dibangun alat pemantau kualitas udara kontiniyu sebanyak 26 stasiun telah dilenfkapi sensor pemantauan partikel debu ukuran 2,5 mikrometer yang berbahaya pada sistem pernapasan. Pemerintah berupaya terus mamasang Sistem ini di kota dengan jumlah penduduk 100.000 jiwa untuk memudahkan pendataan polusi udara, Ujar sekda.

Upaya pengendalian polusi udara psrlu penanaman pohon pohon untuk menambah kapasitad reduksi polusi udara, kementerian LHK menargetkan penanaman pohon uas 207.000 hektar pada tahun 2019 ini, difokuskan 15 das prioritas dan 15 danau dan 65 dam bendungan serta daerah daerah rawan bencana, dengan target menanam 25 pohon dan memeliharanya seumur hidup, dengan cara lima pohon saat sekolah SD, seterusnya sampai tamat kuliah, dan saat akan menikah oleh sebab itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat mendudukng program menanam 25 pohon seumur hidup, sebut sekda.

Berbagai upaya pemerintah masih perlu ditingkatkan, perjuangan untuk memperbaiki kingkungan merupakan ibadah yang sangat banyak tantangan dengan mempererat talusilatuhrami serta partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, selamat hari lingkungan hidup sedunia, kita teguhkan niat upaya menjaga lingkungan hidup.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berbagai macam Pohon untuk ditanam dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2019 kepada seluruh camat sepalas. (RAS)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolda Sumut Tinjau langsung Operasi Ketupat Toba 2026 di Berastagi, Pastikan Pengamanan Arus Balik Maksimal
Polsek Pantai Labu Amankan Pelaku Penganiayaan Menggunakan Senjata Tajam
Kebakaran di SMPN 4 Balige Hanguskan 3 Unit Ruangan Kelas
Penumpang AirAsia Terlantar Puluhan Jam di Bandara Penang, Jadwal Penerbangan Tak Jelas
Rektor UNPAB Hadiri Syukuran 15 Tahun Monumen Nasional Keadilan
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang
komentar
beritaTerbaru