Kamis, 26 Maret 2026

ITM Ikuti Kompetisi Pesawat Tanpa Awak di Jawa Timur

Administrator - Minggu, 29 September 2019 15:46 WIB
ITM Ikuti Kompetisi Pesawat Tanpa Awak di Jawa Timur

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Tim Sarang Helang Aerospeed Institut Teknologi Medan (ITM) siap mengikuti Kompetisi Pesawat Tanpa Awak yang akan digelar 1 sampai 6 Oktober di Pangkalan TNI AU Pasuruan, Jawa Timur yang merupakan kegiatan rutin Kemenristekdikti dan ITS Surabaya. ITM merupakan satu-satunya universitas di Sumut yang berlaga di level nasional.

Rektor ITM Dr Mahrizal Masri MT, IPT, Wakil Rektor I Dr Hermansyah Alam MT melepas tim sarang helang aerospeed yang dipimpin dosen pembimbing Mahyunis ST MSi beserta 4 mahasiswa jurusan teknik mesin Saddam Armad Akbar Aceh, Herman Suhda, Adrian Yusri dan Sultan Guntur Tanjung di kampus Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu sore (28/9).

Mahyunis menjelaskan, ITM menjadi tim ke-24 yang lolos dan baru pertama kali mengikuti yang dulunya dikenal dengan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) sejak 2013 lalu. Kompetisi Pesawat Terbang Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) bertujuan mengembangkan potensi pembuatan UAV yang diharapkan peningkatan level ini memperluas cakupan peserta dan meningkatkan kualitas kompetisi sejenis di luar negeri.

Pada lomba ini tim sarang helang ITM mengikuti kelas divisi Racing Plane (RP) dengan bobot lepas landas (Take Off Weigth, TOW) maksimum 2.500 gram tanpa ada batasan berat minimum, dilaksanakan dalam bentuk balapan (racing) terbang antar dua wahana tim peserta dari take off diposisi start hingga mencapai garis finish di ketinggian tertentu. Saat landing tidak dihitung tapi menjadi syarat sahnya suatu kemenangan.

Lanjut Mahyunis, ketentuan perlombaan yang akan dinilai dewan juri adalah frekwensi dan protokol komunikasi yang diizinkan digunakan untuk komunikasi antara wahana dengan sistem perangkat Ground Station ataupun dengan sistem remote control adalah data telementry UHF 433 MHz (2,4GHz atau 5,8GHz dan tidak boleh berada di luar frekwensi tersebut. Selain itu Live Video UHF 433 MHz, S-Band (2,4 GHz atau 5,8 GHz).

Perlombaan ini mengacu pada Permenristekdikti No PM 180 Tahun 2015 tentang pengendalian pengoperasian sistem pesawat udara tanpa awak di ruang udara. Karenanya semua peserta harus dilengkapi kelengkapan untuk mudah diamati secara visual tanpa alat bantu teropong dan lainnya yakni minimum berupa lampu indikator navigasi atau lampu merah dan hijau.

Rektor ITM Mahrizal Masri mengapresiasi inovasi mahasiswa ini walaupun dengan keterbatasan dana namun bisa menciptakan kemandirian melalui kreativitas sehingga tidak kalah dengan universitas negeri di Sumut yang tidak lolos mengikuti kompetisi pesawat tanpa awak ini.

Sementara Warek I Hermansyah Alam menambahkan, UIN-SU, UISU dan UMA sudah siap mengundang mahasiswa ini untuk mempresentasikan pesawat tanpa awak dan wahana roket kendali yang beberapa waktu lalu sukses di level nasional menikuti kompetisi di Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN) di Jawa Barat.

“Di Sumut hanya ada ITM yang berani berlomba di Kompetisi Pesawat Terbang Tanpa Awak di Surabaya. Ini menjadi prosfek besar bagi bangsa Indonesia dan suatu kebanggaan sivitas ITM karena mahasiswanya bisa memiliki produk unggul. Kedepan akan lebih banyak lagi inovasi mahasiswa tidak hanya nasional tapi juga internasional,” katanya. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Bupati Sergai Bersepeda ke Kantor dan Tinjau RSUD Sultan Sulaiman
Pererat Silaturahmi Lebaran, Poldasu & PWNU SU Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas*
Percepatan Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Bukti Komitmen Nyata, Bukan Klaim Kosong
Seskab Teddy Indra Wijaya Ikuti Rakor Bahas Penyesuaian Energi dan Stimulus Ekonomi
Pasca Lebaran, Bupati Dan Wakil Bupati Asahan Sertai Peninjauan Langsung Pelayanan Publik Dijamin Optimal
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
komentar
beritaTerbaru