Kamis, 26 Maret 2026

Polisi Tetapkan 40 Orang Tersangka Pasca-Demo Ricuh di DPRD Sumut

Administrator - Kamis, 26 September 2019 11:22 WIB
Polisi Tetapkan 40 Orang Tersangka Pasca-Demo Ricuh di DPRD Sumut

MEDAN I SUMUT24.co Sebanyak 40 orang dijadikan tersangka dalam kasus kerusuhan unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut, Selasa (24/9/2019) kemarin.

Baca Juga:

Sementara untuk 15 orang lainnya yang sebelumnya diamankan, saat ini sudah dipulangkan oleh pihak kepolisian.

“Dari awal ada 55 plus 1 saksi yang kita amankan.

Untuk peserta unjuk rasa yang ditetapkan sebagai tersangka 40 orang,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (26/9/2019).

“Sedangkan untuk 15 orang lainnya, dikembalikan karena tidak terbukti.

Hanya sebagai saksi,” sambungnya. Tatan menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah mereka melakukan gelar perkara.

Ke-40 pengunjuk rasa itu dinilai memiliki peran dalam tindak pidana yang terjadi pada kerusuhan itu.

Para tersangka dinilai telah melakukan pengrusakan, penghasutan, atau kekerasan secara bersama-sama, dan menyerang petugas kepolisian.

Kemudian Primair Pasal 214 subs Pasal 213 lebih subs Pas 218 KUHP,” tegas Tatan.

Menurutnya, 40 tersangka masih menjalani proses hukum di Mapolda Sumut.

Sementara 15 pengunjuk rasa sudah dikembalikan kepada pihak keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menangkap 55 terkait unjuk rasa yang berujung rusuh di sekitar Gedung DPRD Sumut, Selasa (24/9/2019).

Seorang buronan tersangka kasus terorisme juga ditangkap di lokasi.

Dia diserahkan ke Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Di antara 55 pengunjuk rasa yang ditangkap terdapat 51 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumut dan Aceh.

Kerusuhan terjadi saat lebih dari seribu mahasiswa berunjuk rasa menentang Revisi UU KPK, RKUHP dan sejumlah RUU lain yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi.

Polisi menghalau massa sehingga terpecah menggunakan water canon dan gas air mata.

Selanjutnya, massa membalas dengan melempari polisi dengan batu dan lainnya.

Tatan mengatakan akibat peristiwa itu sebanyak 8 unit kendaraan dinas milik polisi rusak berat.

“Akibat peristiwa itu, ada 3 anggota polisi yang masuk rumah sakit,” kata Tatan di Mapolda Sumut, Rabu (25/9/2019)

“Mereka masuk rumah sakit, ada yang kena batu dan kena pukul. Saat ini kondisi perlahan sudah membaik,” sambungnya.

Selain jatuhnya korban dari pihak kepolisian, sebagian mahasiswa juga menjadi korban dalam peristiwa aksi berujung ricuh itu.(Red/tri)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Seskab Teddy Indra Wijaya Ikuti Rakor Bahas Penyesuaian Energi dan Stimulus Ekonomi
Pasca Lebaran, Bupati Dan Wakil Bupati Asahan Sertai Peninjauan Langsung Pelayanan Publik Dijamin Optimal
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
Resmi Dilantik, Dewan Komisioner OJK 2026-2032 Siap Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional
Trafik Data Meroket Lebih Dari 20%, #LebihBaikIndosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik
komentar
beritaTerbaru