Kamis, 26 Maret 2026

BITRA Indonesia-SPR Sejahtera Gelar SPPR

Administrator - Kamis, 19 September 2019 15:24 WIB
BITRA Indonesia-SPR Sejahtera Gelar SPPR

Medan I SUMUT24 Yayasan Bina Ketrampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia bekerja sama dengan Serikat Pekerja Rumahan (SPR) Sejahtera mengadakan Sekolah Perempuan Pekerja Rumahan (SPPR). SPPR dilakukan atas keprihatinan masih rendahnya tingkat pendidikan para pekerja rumahan. Hal ini menyebabkan para pekerja rumahan masih berada pada posisi yang lemah dalam menghadapi masalah perempuan dan keluarga yang timbul dalam kehidupannya.

Baca Juga:

“Kondisi ini masih menjadi salah satu problem utama yang dihadapi perempuan pekerja rumahan, karena para pihak, baik pemerintah maupun perusahaan yang memberi kerja pada mereka kurang memperhatikan sisi ini,” kata Program Manager Mampu Bina Ketrampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia, Erika Rosmawati Situmorang, di sela-sela fasilitasi SPPR di Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (19/9/2019).

Kata Erika, penyelengaraan SPPR ini sudha setahun dilakukan, dengan materi yang beragam, berdasarkan kebutuhan SPR Sejahtera.

“SPPR ini merupakan inovasi, ketika kami melihat di lapangan bahwa perempuan khususnya perempuan pekerja rumahan yang mayoritas berpendidikan sangat rendah, bahkan ada yang tidak pernah sekolah sama sekali dan buta huruf. Sebagian dari mereka juga ada yang hanya tamatan SD dan SMP, meskipun ada juga beberapa orang yang tamat Sekolah Menengan Atas (SMA) dan satu atau dua orang diantaranya sarjana,” kata perempuan yang akrab dipanggil Ros ini.

Setelah dilakukan pengamatan dengan seksama dan sebuah studi kecil, atas pembacaan terhadap kondisi tersebutlah, kara Ros, maka pihaknya berpikir perlu semacam sekolah alternatif. Tidak formal-formal kali, namun rutin dilakukan. Minimal satu kali pertemuan dalam setiap bulan. Dengan pendekatan pembagian zona atau pendekatan kewilayahan pada beberapa kecamatan di dalam sebuah kabupaten atau kota.

“Maka kita minta minimal 3 kali pertemuan SPPR untuk wilayah Deli Serdang, Binjai dan Langkat,” timpal Direktur BITRA Indonesia, Medan, Rusdiana Adi.

SPPR menggunakan metoda pendidikan bagi orang dewasa atau biasa disebut andragogy. Materi-materi yang diberikan adalah tentang hak-hak pekerja, hak asasi manusia (HAM), tentang perempuan, politik, hukum, ekonomi, keterampilan membuat produksi rumahan, pemasaran, promosi dan yang lainnya, berupa materi yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan para perempuan pekerja rumahan untuk bekal mencari solusi maupun memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan, rumah tangga, berorganisasi maupun bekerja sebagai pekerja rumahan.

“Salah satu output dari SPPR ini, diharapkan para alumni akan dapat bersaing dalam konstestasi politik minimal di tingkat desa dan kelurahan bahkan sampai pada tingkat kabupaten. Dengan begitu diharapkan mereka akan dapat berpartisipasi ikut, bahkan menjadi pengambil keputusan/kebijakan. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat berjejaring dengan organisasi perempuan dan stake holder untuk dapat mempengaruhi kebijakan yang berpihak pada kepentingan perempuan dan anak,” papar Rusdiana.

Kata Rusdiana. alumni SPPR juga diharapkan menjadi kader desa dan motivator khususnya bagi perempuan desa agar dapat membantu dan berkontribusi dalam perencanaan dan implementasi pembangunan desa. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pasca Lebaran, Bupati Dan Wakil Bupati Asahan Sertai Peninjauan Langsung Pelayanan Publik Dijamin Optimal
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
Resmi Dilantik, Dewan Komisioner OJK 2026-2032 Siap Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional
Trafik Data Meroket Lebih Dari 20%, #LebihBaikIndosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
komentar
beritaTerbaru