Kamis, 26 Maret 2026

Wali Kota Jambi Syarif Fasha Nyamar Pantau Kerja Staf

Administrator - Kamis, 19 September 2019 14:38 WIB
Wali Kota Jambi Syarif Fasha Nyamar Pantau Kerja Staf

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Wali Kota Jambi Dr H Syarif Fasha ME dan Wakil Bupati Kulon Progo Drs H Sutedjo menyampaikan berbagai cara dilakukan untuk keberhasilannya sebagai kepala daerah. Ke dua kepala daerah ini berbicara pada seminar Nasional pembangunan untuk kemandirian masyarakat dalam rangka Dies Natalis USU ke 67 di Auditorium USU, Kamis (19/9).

Hadir pada seminar itu Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum, Ketua Panitia Dies Natalis USU Prof Dr Dra Ida Yustina MSi dan ribuan mahasiswa USU, dua pejabat ini juga memberikan motivasi agar mahasiswa mampu mandiri terlebih mampu menciptakan peluang kerja dan menjadi wirausaha muda.

Wali Kota Jambi Dr H Syarif Fasha ME menjelaskan program-program pembangunan yang berorientasi untuk membangun kemandirian masyarakat.Ketika awal memimpin Kota Jambi fungsi manajemen pemerintahan tidak berfungsi optimal, paradigma aparatur masih ingin dilayani dan etos kerja rendah, inovasi dan kreatifitas nyaris tidak ada, pelayanan publik berada pada zona merah, APBD yang rendah.

Selain itu pengelolaan penerimaan pendapatan daerah tidak optimal, infrastruktur dan utilitas publik yang minim, peran serta masyarakat rendah serta penyakit masyarakat (prostitusi, narkoba, premanisme dll) merajalela.

“ASN nya memiliki kebiasaan D4; datang ,duduk, diam dan duit. Strategi awal kepemimpinannya ia merubah polanya dan meningkatkan peran serta masyarakat. Masyarakat dijadikan mata, telinga dan hati memimpin pemerintahan. Dan berbekal enterpreneur, sistem yang dibuat, anda bekerja apa anda mendapatkan apa. Kami membuat pelayanan publik dengan memberdayakan masyarakat. Karena bagi saya, kepemimpinan ke depan adalah kepemimpinan yang bisa menggerakkan masyarakat, ” katanya.

Wali Kota Jambi terbaik, meroneh prestasi 129 perhargaan terdiri 106 nasional, 21 propinsi dan 2 internasional. “Perlu strategi yang harus dilakukan yakni meningkatkan peran serta masyarakat secara integratif dengan menggabungkan berbagai isu dan memusatkan pembangunan pada masyarakat, ” jelasnya.

Untuk peningkatan pelayanan masyarakat, Pemko Jambi membuat inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Ada 113 inovasi daerah untuk peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang diciptakan mampu menjadi role model nasional seperi klinik lansia, gratis IMB , calon pengantin wajib menanam 2 pohon.

“Masyarakat dilibatkan. Kami tidak mampu menyediakan anggaran ratusan miliar untuk membangun infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Jadi kami membuat program kampung bantar, bersih, aman dan pintar. Menjadikan lingkungan lingkup RT menjaga semangat jiwa gotong royong, nilai agama, adat istiadat dan norma hukum dan kehidupan bermasyarakat. Pendidikan sampai SMP di 27 sekolah swasta dan kesehatan kita berikan secara gratis, ” katanya.

Pemko Jambi juga memangkas birokrasi serta percaloan dalam pengurusan perizinan.” Mengatasi percaloan, saya membuat sayembara siapa yang berhasil menangkap calo diberi hadiah Rp1 juta, ” ungkapnya.

Untuk moda transportasi sekaligus mengurangi emisi perkotaan, disiapkan pengembangan 200 unit Bus Kota Pintar (Mass Rapid Transportation) yang akan diresmikan 28 Oktober 2019 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. “Bus ini berbasis online, ini juga bukan dari APBD, melainkan kerjasama dengan swasta, ” ujarnya.

Wali Kota Jambi Dr H Syarif Fasha mengaku pernah nyamar dan pakai topi, untuk memantau apa sebab cepatnya rusak jalan yang baru diperbaiki, ternyata selalu dilewati truk besar. Stafnya tidak kenal dirinya. Ternyata stafnya mengambil kutipan disana, akhirnya ketahuan.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs H Sutedjo dalam paparannya berjudul “ Membangun dalam keterbatasan”, menegaskan bagaimana daerah bisa maju walau dengan keterbatasan dengan mewujudkan peningkatan daya saing melalui spirit bela beli kulon Progo.

Pada 2018, angka kemiskinan kabupatennya tinggi mencapai 18,03 %. “Kami melakukan upaya mengeluarkan jargon bela beli Kulon Progo untuk peningkatan daya saing daerah, sehingga uang tidak ke luar kemana mana. Saya sangat menyedihkan dan memprihatinkan, kenapa negara agraris masih import, padahal kita kaya. Begitu juga garam, padahal pantai kita panjang,” sebutnya.

Kabupaten Kulon Progo juga surplus beras yang setiap tahunnya mencapai 34 ribu ton. Agar tidak dijual kemana-mana, Pemerintah Kabupaten melakukan MoU dengan Bulog untuk menggantikan beras raskin dengan beras Kulon Progo sehingga membantu perekonomian masyarakat.

Pemerintah Kulon Progo juga membuat kebijakan melalui perda No 5 tahun 2016 tentang perlindungan produk lokal dan Perda No 4 tahun 2012 tentang penyelenggaraan perizinan usaha toko modern, agar toko modern seperti Alfamart dan lainnya berubah nama menjadi Tomira (Toko Milik Rakyat) dan keberadaannya harus jaraknya 1 Km dengan toko modern serta toko rakyat. “20 Persen space Tomira merupakan produk unggulan masyarakat Kulon Progo,” kata Sutedjo.

Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro, Ir RS Hanung Harimba SE MS memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda. Menurutnya, UMKM merupakan penggerak ekonomi Indonesia.

Saat ini jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 62.922.617, dimana 60 persen marketnya berada di kabupaten, selebihnya nasional, 14 persen ekspor masih tergolong rendah. “Bantuan untuk UMKM saat ini mencapai Rp290 triliun. Kita merubah UMKM berpikir pasar global. Berkompetisi lah dan peluang di masa depan adalah sama,” katanya.

Sebelumnya, Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum saat membuka seminar nasional menyebutkan, kehadiran tiga narasumber ini memiliki kompetensi yang sudah tak perlu diragukan lagi. Khususnya bila dikaitkan dengan tema “Pembangunan Untuk Kemandirian Masyarakat”.

“Ke tiganya merupakan praktisi yang menjadi pengambil kebijakan dalam lingkup kerjanya masing-masing. Diketahui bahwa, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, merupakan salah satu tokoh yang memiliki banyak prestasi dalam meningkatkan pembangunan di daerahnya,” kata Runtung.(C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pasca Lebaran, Bupati Dan Wakil Bupati Asahan Sertai Peninjauan Langsung Pelayanan Publik Dijamin Optimal
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
Resmi Dilantik, Dewan Komisioner OJK 2026-2032 Siap Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional
Trafik Data Meroket Lebih Dari 20%, #LebihBaikIndosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
komentar
beritaTerbaru