Kamis, 26 Maret 2026

Wokshop Penyusunan Peraturan Pendidikan Antikorupsi, Ilyas Sitorus : Kurikulum Antikorupsi di Sekolah Bukan Menambah Mata Pelajaran

Administrator - Rabu, 18 September 2019 10:08 WIB
Wokshop Penyusunan Peraturan Pendidikan Antikorupsi, Ilyas Sitorus : Kurikulum Antikorupsi di Sekolah Bukan Menambah Mata Pelajaran

MEDAN I SUMUT24.co Saat rehat usai dari mengikuti workshop penyusunan peraturan pendidikan antikorupsi, ilyas ditemui awak media mengatakan bahwa kurikulum mengakomodasi nilai nilai anti korupsi. Karena kurikulum adalah jantung pendidikan dan kurikulum merupakan jantung maka kirikulum memiliki dua kekuatan, kata Plt. Kadisdik Kabupaten Batubara Ilyas Sitorus usai sholat Juhur di Masjid Agung Jalan P. Diponegoro Medan Rabu, (18/9). Ilyas Sitorus yang akrab disapa ncekli mengatakan, kedua fungsi tersebut yaitu: Pertama, ketepatan memilih substansi atau lingkup pengetahuan yang akan dibelajarkan. Kebenaran substansi tidak disangsikan, urgent (penting) untuk dipelajari, benar-benar bermanfaat, relevan dengan kebutuhan peserta didik dan kehidupan, serta memancing minat peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut secara mandiri.

Baca Juga:

Kedua, pengelolaan kurikulum melalui pembelajaran yang efektif yang didukung oleh sistem penilaian yang mengarah pada pencapaian kompetensi (valid) dan realiable (dapat dipercaya, ajeg, konsisten, andal dan stabil).

Pengelolaan kurikulum diawali dengan penyusunan perencanaan pembelajaran yang benar-benar dapat dijadikan sebagai acuan dan pengendalian proses pembelajaran.

Perencanaan tersebut memperhitungkan kelayakan dan keterlaksanaanya, disesuaikan dengan kondisi yang ada, mempertimbangkan perbedaan potensi dan kecepatan serta gaya belajar peserta didik nantinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa, tambah ilyas.

Sewaktu didalami awak media tentang apakah pendidikan anti korupsi akan menambah mata pelajaran baru nantinya di sekokah ?

Ilyas menegaskan, bahwa kurikulum pendidikan antikorupsi yang akan diimplementasikan di sekolah-sekolah bukan berarti menghadirkan mata pelajaran baru. Sekolah dapat menggunakan cara kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan program pendidikan antikorupsi, tutur ilyas.

“Jangan bayangkan ada mata pelajaran baru. Kalau itu yang dimaksud, maaf, di tingkat Pendidikan Dasar ( SD, SMP ) bebannya sudah terlalu banyak,” tegas ilyas. “Nanti harus ada cara-cara yang lebih kreatif, inovatif untuk mengimplementasikan program gerakan antikorupsi di sekolah-sekolah,” lanjutnya.

Hal tersebut disampaikan Ilyas di saat rehat saat mengikuti Workshop Penyusunan Peraturan Pendidikan Anti Korupsi di Aula Raja Inal Siregar Lt. 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan P. Diponegoro No. 30 Medan.

Wokshop ini akan di tindaklanjuti dengan menghasilkan draf peraturan daerah provinsi, kabupaten dan kota nantinya, termasuk Kabupaten Batu Bara tentunya akan segera bersama kawan kawan menyelesaikannya dalam dua minggu ke depan

Paling tidak dalam implementasinya nanti akan menggambarkan nilai-nilai integritas, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, berani, tanggung jawab, kerja keras, sederhana dan adil, tambah ilyas.

Dalam acara tersebut, Plt. Kadisdik Kabupaten Batu Bara, Ilyas juga mengatakan, bahwa Workshop tersebut diikutinya bersama dengan seluruh Kadis Pendidikan dan Kabag Hukum Kabupaten Kota se Sumatera Utara dengan nara sumber Dari KPK Yang dari KPK Kedeputian bidang pencegahan Direktorat pendidikan dan pelayanan masyarakat. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Arsyad Lubus., Kepala Biro Hukum Setdaprovsu, Andi Faisal serta BPDSM Sumatera Utara.(rel)  

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pasca Lebaran, Bupati Dan Wakil Bupati Asahan Sertai Peninjauan Langsung Pelayanan Publik Dijamin Optimal
Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung, Pemkab. Pakpak Bharat Salurkan Paket Sembako
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN “Tancap Gas” Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
Resmi Dilantik, Dewan Komisioner OJK 2026-2032 Siap Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional
Trafik Data Meroket Lebih Dari 20%, #LebihBaikIndosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
komentar
beritaTerbaru