Tanah Karo|Sumut24
Ratusan siswa SMA Negeri 1 Tiga Nderket menggelar aksi unjukrasa, menuntut pihak Sekolah transparan tentang dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) serta perbaikan-perbaikan fasilitas sekolah yang telah rusak dan mengganggu kegiatan belajar mengajar di Sekolah tersebut, Senin (16/09).
Baca Juga:
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sejak pagi hari ratusan siswa dari kelas X, XI, dan XII sudah berkumpul di lapangan sekolah dengan membawa spanduk dan kertas yang ditulis, para siswa ini meminta kepada Kepala Sekolah, Jasua Surbakti, mengenai kejelasan Dana BOS yang diduga adanya penyelewengan dana.
Begitu juga dengan fasilitas-fasilitas milik sekolah yang rusak dan tidak diganti, seperti ruang sekolah yang atapnya jebol, jendela pecah, pembatas ruangan sekolah yang menggunakan karton dan kamar mandi yang rusak dan tak layak.
Para siswa pun berharap kepada pihak Sekolah , khususnya Kepala Sekolah untuk menjelaskan perihal transparansi dana BOS yang masuk ke sekolah serta berharap agar fasilitas di sekolah untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Aksi demo siswa ini membuat aktifitas belajar mengajar lumpuh total satu harian, dikarenakan siswa tidak mau kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahkan Siswa sempat anarkis, ruangan sekolah dirusak. Bangku serta kaca dirusak oleh Siswa yang kesal, karena tidak adanya kejelasan dari Kepala Sekolah mengenai kejelasan soal dana BOS.
Pihak Kepolisian dari Sektor Tiga Nderket dan Koramil 05 Payung bersama Camat Tiganderket Sukur Brahmana yang mengetahui kejadian tersebut, langsung turun kelokasi untuk mengamankan dan mengkondusifkan situasi. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan siswa yang hendak merusak fasilitas sekolah.
Perwakilan Siswa maju kedepan untuk menyuarakan aspirasinya dihadapan Kepala Sekolah dan sejumlah pengurus Komite Sekolah . Menurut Kepala Sekolah, Jasua Surbakti, kalau dana BOS tidak bisa digunakan untuk keperluan fasilitas sekolah “, ujarnya.
Saat ditanyai mengenai soal adanya pengutipan uang Rp500 ribu untuk alasan perbaikan jalan gang menuju Sekolah dan pengutipan uang Komite Rp50 ribu , kepala sekolah berkhilah kalau tidak ada kutipan tersebut.
Begitu juga saat ditanyai mengenai alokasi dana BOS untuk keperluan buku para Siswa, dirinya mengaku kalau dari dana BOS per siswa mendapat Rp1,4 Juta yang digunakan untuk keperluan operasional sekolah dan juga untuk alokasi dana BOS untuk pembelian buku sebesar 20 persen.
“Itu ada alokasi dana 20 persen dari Rp500 Juta lebih untuk alokasi buku, tapi itu tidak bisa langsung, harus bertahap,” khilahnya kembali, yang saat ditanyai kemana lagi dana BOS selebihnya, beliau mengaku kalau untuk operasional sekolah .
Untuk menjaga kondusif keamanan, para guru pun memulangkan siswa lebih cepat. Sementara Kepala Sekolah terlihat tengah berkoordinasi dengan pihak Komite , Kapolsek Tiganderket, Camat Tiganderket dan beberapa orang Guru di ruangan Kantor Kepala Sekolah.
Sementara itu usai liputan aksi demo siswa SMAN 1 Tiganderket, saat wartawan hendak pulang, terlihat mobil milik salah seorang wartawan rusak dibagian bempernya. Padahal saat itu posisi Mobil berada di halaman sekolah bersamaan parkir dengan kendaraan lain. Namun terlihat hanya mobil milik wartawan tersebut yang dirusak.
Kejadian ini diduga adanya pihak yang tidak senang dengan kedatangan wartawan yang meliput aksi tersebut. Terlihat bemper bagian depan yang sudah jatuh ke bawah tampak bekas sengaja dirusak OTK . Lantas kejadian ini pun langsung diberitahukan kepada pihak Sekolah namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.(lin).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News