PALAS | SUMUT24.co
Beberapa hari terakhir, kondisi udara di Kabupaten Padang lawas, saat ini sudah diselimuti asap. Kondisi yang terus berulang kali ini, sudah mulai mengganggu aktifitas warga. Tidak diketahui pasti, penyebab kabut asap ini.
Baca Juga:
Namun banyak spekulasi, asap diduga berasal dari daerah lain akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA).
Meski masih relatif tipis, dan jarak pandang masih terlihat, namun belakangan cukup berpengaruh pada kesehatan. Gangguan radang tenggorokan ataupun pernapasan warga pun mulai terasa.
“Sudah mulai terasa, nggak tahan, harus pake masker lah kalau beraktifitas di luar rumah,” kata Agus Dalimunthe saat berbincang-bincang melihat kondisi asap itu.
Hal sama juga dialami Yanti, salah seorang ibu rumah tangga ini mengeluhkan gatal pada tenggorokan. Memang, diakui belum diketahui penyebab yang mempengaruhi pernapasannya itu.
“Baru-baru ini, agak gatal, nggak tahu apa penyebabnya ini,” ungkapnya.
Menyikapi itu, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Padang lawas, merencanakan akan membagi-bagikan masker dalam waktu dekat. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap ISPA yang menyerang warga.
“Oo ya dek …. sudah direncanakan pembagian masker tadi sudah saya perintahkan kabid p2 (Bidang Pencegahan Penyakit, red) untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Kadis Kesehatan Leli Ramayulis lewat pesan singkatnya.
Selain itu, Dinkes juga mengimbau agar aktifitas diluar rumah diantisipasi. Bahkan bila perlu dikurangi.
“Tindak lanjut akan kita buat surat himbauan ke seleluruh pelayanan kesehatan agar kiranya tidak perlu sekali keluar rumah kalau tidak penting, apalagi untuk bayi balita,” tandas Leli. (RAS)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News