Rabu, 25 Maret 2026

Pertarungan Sengit Bobby Nasution vs Dahnil Simanjuntak Menuju Medan I

Administrator - Senin, 09 September 2019 15:16 WIB
Pertarungan Sengit Bobby Nasution vs Dahnil Simanjuntak Menuju Medan I

 

Baca Juga:

Medan|SUMUT24 Pendiri dan Komisaris Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menyebut akan terjadi pertarungan yang sengit apabil Dahnil Anzar Simanjuntak dan Bobby Nasution sama-sama maju pada kontestasi Pilkada Medan 2020.

“Apabila bang Dahnil dan mas Bobby maju dalam sebuah kompetisi yang sama, itu seru banget sama saja seperti The Real Medan Final, mudah-mudahan mas Bobby bisa maju,” katanya saat menghadiri peresmian Begawan Kopie milik Dahnil Anzar Simanjuntak, Sabtu malam (7/9).

Disebutkannya, secara popularitas, Dahnil Anzar Simanjuntak sudah cukup dikenal. Namun, tantangannya adalah bagaimana untuk bisa memobilisasi pendukungnya agar mau datang ke TPS pada hari pencoblosan. Sebab, di Pilkada Medan 2015, tingkat partisipasi masyarakat hanya berkisar 27 %.

“Kalau menurut saya itu tantangannya, kalau saya survei apapun tentang popularitas, elektabilitas, kalau partisipasi masyarakat kecil, nanti akan sulit, bayangkan aja ada wali kota dipilih 27% dari jumlah DPT, itu kecil sekali,” urainya.

Dahnil, kata dia, memilili ciri khas kata-kata yang menyebut tentang perubahan, Indonesia lebih baik, Indonesia harus berubah.

“Kalau saya lihat itu harus digunakan di Medan. Pengalaman bang Dahnil keliling Indonesia bisa diterapkan, dan aset terbesar Dahnil, yakni emak-emak. Bagaimana emak-emak mengajak keluarganya untuk memilih Dahnil, bukan tidak mungkin Medan akan punya wali kota baru,” jelas pengamat politik yang sering muncul di televisi itu.

Mengenai petahana yang kemungkinan akan kembali bertarung di Pilkada 2020, Hendri menilai masyarakat akan melihat kinerjanya.

“Petahana yang dilihat kerja nyatanya, kerjanya sampe mana, kalau kerjanya biasa aja, siap-siap gantian,” tegasnya.

Mengenai kans Bobby bertarung di Pilkada Medan, ia menilai itu akan baik bagi proses demokrasi. “Apapun yang diputuskan mas Bobby, maju silahkan, kalau tidak maju itu hak dia,” tuturnya.

Persoalan terbesar yang akan dihadapi Bobby, dikatakan Henri adalah bagaimana mendapatkan izin dari Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi merupakan tipe pemimpin yang jujur, kemudian tidak ingin ada catat citra.

“Kalau mas Bobby maju ada kesamaan antara mas Bobby dengan pemimpin yang senang sekali mengajukan kerabat terdekatnya untuk menjadi kepala daerah. Itu semua kembali berpulang kepada mas Bobby,” tuturnya.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Trafik Data Meroket Lebih Dari 20%, #LebihBaikIndosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
Hingga H+3 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,6 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Kehadiran ASN Asahan Capai 98% di Apel Perdana Pasca Idul Fitri 1447 H
WFH PNS: Strategi Hemat Energi atau Sekadar Wacana?
"Medan Darurat Kabel Semrawut, Rommy Van Boy Desak Pemko Perluas Program 'Merata'"
komentar
beritaTerbaru