Rabu, 25 Maret 2026

Medan Jurnalis Club: KPAI Keliru Anggap PB Djarum Eksploitasi Anak

Administrator - Senin, 09 September 2019 14:39 WIB
Medan Jurnalis Club: KPAI Keliru Anggap PB Djarum Eksploitasi Anak

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Polemik yang hangat terkait mundurnya PB Djarum dari pencarian bakat bulutangkis Indonesia mendapat respons dari Medan Jurnalis Club. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dinilai keliru saat menganggap pembinaan PB Djarum di bulutangkis sebagai eksploitasi anak.

Presidium Medan Jurnalis Club, Ryan Juskal, Senin (9/9/2019) menilai tudingan KPAI tersebut sangat keliru. Menurutnya, KPAI harus melihat secara bijaksana dan objektif terkait peran PB Djarum selama ini terhadap pengembangan bakat pemain bulutangkis Indonesia.

“Tudingan KPAI itu sangat keliru. Jami menilai PB Djarum itu punya komitmen untuk memajukan bulutangkis, yang jelas adalah olahraga kebanggaan bangsa ini,” ujar Ryan Juskal didampingi Presidium Medan Jurnalis Club, Muhammad Asril.

Harusnya, lanjut Ryan Juskal, KPAI tahu ke mana fokus mereka ketika berbicara eksploitas anak. KPAI diminta menyikapi data Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita soal gepeng Dan anak jalanan.

“Mereka (KPAI) terkesan tutup mata, Mensos bilang ada 77.500 gepeng yang dikoordinir mafia. Dalam jumlah itu hampir setengahnya melibatkan anak-anak,” urai Ryan.

Ryan menggarisbawahi fakta tentang eksploitasi anak di jalan raya.

“Seperti di Medan, hampir di tiap persimpangan trafic light banyak anak jalanan yang dikordinir mafia. Ke mana KPAI menyikapi ini,” ungkapnya.

Lantas, menurut Ryan Juskal, KPAI harusnya membuka mata, akan realita saat itu. Ryan menganggap penilaian KPAI soal eksploitasi PB Djarum bisa membahayakan pembinaan bulutangkis di Indonesia.

“Bicara hak anak silakan saja. Tapi kajian KPAI harus jelas. Buka mata selebar-lebarnya. Mana fokus yang harus ditindak. Ini KPAI seakan-akan tak dapat melihat ‘gajah di depan mata namu mencari-cari semut di tengah lautan’ tentu hal ini sangat keliru,” pungkasnya. (Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
Hingga H+3 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,6 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Kehadiran ASN Asahan Capai 98% di Apel Perdana Pasca Idul Fitri 1447 H
WFH PNS: Strategi Hemat Energi atau Sekadar Wacana?
"Medan Darurat Kabel Semrawut, Rommy Van Boy Desak Pemko Perluas Program 'Merata'"
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
komentar
beritaTerbaru